Berita Politik

Dilengserkan dari Ketua DPD PAN Kotamobagu, Karir Politik Jainuddin Berakhir Pahit

Dilengserkan dari Ketua DPD PAN Kotamobagu, Karir Politik Jainuddin Berakhir Pahit Berita Politik
Jainuddin Damopolii
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Karir politik mantan Wakil Walikota Kotamobagu Jainuddin Damopolii berakhir pahit.

Tahun 2018 gagal di Pemilihan Walikota Kotamobagu bersama pasangannya Suharjo Makalalag, kemudian kalah di Mahkamah Konstitusi, kalah di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, derita Jainuddin di panggung politik makin lengkap dengan dilengeserkannya dia dari jabatan Ketua DPD PAN Kotamobagu.

Rabu (18/9/2019) tadi malam di Restoran Lembah Bening, DPW PAN Sulawesi Utara secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PAN Kotamobagu kepada Arsal Wonggo.

Penyerahan SK dengan nomor : PAN/24/A/Kpts/K-S/107/IX/2019 tersebut disaksikan sejumlah pengurus dan kader PAN Kotamobagu.

Dengan dilengserkan dari jabatan Ketua DPD PAN Kotamobagu, maka Jainuddin sudah tidak ada panggung lagi di kancah politik lokal.

Pahitnya akhir perjalanan karir politik Jainuddin juga ditambah dengan banyaknya kader PAN yang mendukung langkah DPW.

Pasalnya, sebagai Ketua DPD PAN, Jainuddin dianggap gagal memimpin partai pemenang Pileg Kotamobagu periode 2014-2019.

Itu dibuktikan dari 6 kursi di periode sebelumnya kini periode 2019-2024 menyisakan satu kursi yang diraih oleh Anugrah Begie Ch Gobel.

Bahkan paling parah, Jainuddin yang ikut menjadi Caleg tidak terpilih karena hanya mendapat 100 lebih suara.

“PAN harus dibenahi lagi supaya bisa besar lagi di Kotamobagu,” ungkap sejumlah kader PAN di Lembah Bening tadi malam.

Satu-satunya yang bisa dilakukan Jainuddin saat ini adalah melakukan perlawanan terhadap Keputusan DPW PAN Sulut tersebut. Tetapi itu tak akan mudah karena DPP partai juga diperoleh informasi merestui sikap DPW yang dipimpin Sehan Landjar.

Jainuddin kepada wartawan mengatakan, akan melakukan perlawanan. Dia menyebut langkah DPW yang mencopotnya dan menunjuk Plt adalah keliru dan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Jangan seenaknya main copot. Saya akan meminta klarifikasi DPW. Karena apa yang dilakukan selama ini, kami patuh kepada partai. Yang tidak patuh itu adalah DPW,” kata Jainuddin. (mg2/zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top