.
IKLAN KELUARGA BESAR PDI PERJUANGAN KOTA KOTAMOBAGU Iklan Panitia Pengawas Pemilihan Umum kota Kotamobagu
Berita Politik

Jika Ada Paslon Manfaatkan Masjid untuk Kampanye, Panwaslu Akan Proses

Jika Ada Paslon Manfaatkan Masjid untuk Kampanye, Panwaslu Akan Proses Berita Politik
Musly Mokoginta
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Ramadan tahun ini bertepatan dengan tahapan Pilkada serentak yang sedang berjalan. Tahapan yang sedang berlangsung adalah kampanye.

Dua pasangan calon (Paslon) di Kotamobagu, masing-masing Tatong Bara- Nayodo Koerniawan (TBNK) dan Jainuddin Damopolii- Suharjo Makalalag (JaDi-Jo), seperti mengendurkan aktivitas kampanye mereka di siang hari sesuai jadwal yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Nah, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) membaca situasi ini. Jangan sampai kedua Paslon membatasi aktivitas kampanye di siang hari, namun memanfaatkan kesempatan tarawih di masjid untuk sosialisasi.

Karena itu, Panwaslu Kotamobagu berjanji akan menindak jika ada Paslon yang memanfaatkan masjid untuk kampanye terselubung.

“Kalau Paslon hadir di masjid untuk ibadah tidak masalah. Yang masalah itu menggunakan masjid untuk kampanye. Contoh, paslon mengambil waktu untuk bicara di masjid kemudian mengenalkan diri sebagai calon, memaparkan program, mengenalkan timnya, atau membawa simbol yang identik dengan paslon. Itu sudah pelanggaran kampanye,” kata Ketua Panwaslu Kotamobagu, Musly Mokoginta, Senin (21/5/2018).

Musly mengatakan, hari ini akan ke Bawaslu Provinsi Sulut untuk berkonsultasi soal penindakan kampanye terselubung di masjid.

“Namanya pelanggaran kita proses. Tapi teknis dan mekanismenya seperti apa, itu semua kita konsultasi ke Bawaslu supaya tidak salah mengambil tindakan. Tapi secara tegas saya sampaikan, kalau ada terindikasi apakah itu temuan kami atau laporan, pasti ditindaklanjuti,” pungkasnya. (zha)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top