.
IKLAN KELUARGA BESAR PDI PERJUANGAN KOTA KOTAMOBAGU Iklan Panitia Pengawas Pemilihan Umum kota Kotamobagu
Berita Politik

Nayodo Dikabarkan Diincar Djelantik dan Tatong

Nayodo Dikabarkan Diincar Djelantik dan Tatong Berita Politik
Kroniktotabuan.com
Nayodo Dikabarkan Diincar Djelantik dan Tatong Berita Politik

Tatong Bara, Nayodo Koerniawan dan Djelantik Mokodompit.

KOTAMOBAGU– Ketua KPU Kotamobagu Nayodo Koerniawan rupanya seperti menjadi komoditi paling menarik menjelang Pilwako 2018. Namanya sejak lama dikaitkan-kaitkan dengan suksesi lima tahunan tersebut. Bukan sebagai penyelenggara, tetapi sebagai calon peserta.

Sejak awal 2017 nama Nayodo sudah didengungkan. Bahkan ada beberapa kelompok terang-terangan memintanya maju. Bahkan kelompok ini sudah menamakan diri mereka Sahabat Nayodo. Stiker, spanduk dan atribut berbau Nayodo mereka buat. Padahal Nayodo belum pernah mengeluarkan sepatah kalimat apakah mau maju atau tidak.

Masifnya gerakan kelompok dan permintaan arus bawah terhadap Nayodo, rupanya menjadi perhatian dua bakal calon walikota yakni Djelantik Mokodompit dan Tatong Bara.

Sumber resmi Kronik Totabuan mengungkapkan, utusan dari Djelantik dan Tatong sudah beberapa kali menemui dan meminta kesediaan Nayodo mendampingi mereka di Pilwako 2018 mendatang.

“Tapi belum ada yang diiyakan dan belum ada yang dijawab oleh ketua (Nayodo). Mereka datang dan mengatakan, dari semua figur, Nayodo paling tepat menjadi calon wakil walikota,” beber orang dekat Nayodo yang meminta namanya dirahasiakan, Minggu (17/9).

“Selain itu ada juga utusan beberapa partai menyatakan siap mengusung ketua. Tentu sebagai orang dekat ketua, kami berharap dia bisa mempertimbangkan semua peluang yang ada ini,” kata sumber.

Belum ada konfirmasi langsung baik dari kubu Djelantik atau Tatong soal informasi ketertarikan mereka menjadikan Nayodo sebagai calon wakil walikota. Sementara Nayodo juga masih enggan menanggapi hal ini.

Sebelumnya Ketua KPU RI Arief Budiman menyebut tak masalah Nayodo maju sebagai peserta Pilwako Kotamobagu 2018. “Namun sebagai penyelenggara, harus mundur sebelum pembentukan PPK dan PPS Oktober mendatang. Itu syaratnya,” kata Arief saat meresmikan tahapan Pilwako Kotamobagu, Sabtu (16/9), di kantor KPU Kotamobagu. (ttm/rez)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top