>
.
IKLAN KELUARGA BESAR PDI PERJUANGAN KOTA KOTAMOBAGU Iklan Panitia Pengawas Pemilihan Umum kota Kotamobagu
Berita Politik

Soal Keretakan Walikota dan Wakil Walikota, Nayodo dan Jainuddin Saling Sindir

Soal Keretakan Walikota dan Wakil Walikota, Nayodo dan Jainuddin Saling Sindir Berita Politik
Suasana Debat Terbuka Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Debat publik tahap II antara pasangan calon Tatong Bara- Nayodo Koerniawan dan Jainuddin Damopolii- Suharjo Makalalag diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu di Ballroom Hotel Sutanraja Kotamobagu, Sabtu (6/4/2018).

Jalannya debat berjalan alot. Setelah memaparkan visi misi masing-masing, kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota ini saling debat sesuai tema debat yakni Tatakelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Menariknya, pertanyaan tentang fenomena disharmonisasi antara pasangan Walikota dan Wakil Walikota dalam pemerintahan yang diajukan panelis, kedua paslon beri jawaban berbeda dan saling sindir.

“Disharmonisasi terjadi karena ketidakdewasaan berpolitik. Kadang tidak mengetahui apa fungsi dan tugas serta kewenangan antara Walikota dan Wakil Walikota,” kata Calon Wakil Walikota Nomor Urut 1, Nayodo Koerniawan.

Kata Nayodo, tupoksi wakil walikota sangat jelas tertuang dalam undang-undang. Kemudian persoalan ikhlas dalam mengemban tugas melayani masyarakat.

“Sebagai wakil harus tahu apa tugasnya. Jila wakil tidak memahami itu, ibarat kijang berlarian tanpa arah dan tujuan. Kemudian pada saat pencalonan sebenarnya walikota sebagai panglima perang, sementara wakil memang sudah ada tugasnya yakni melaksanakan pengawasan,” ujarnya.

Menjawab hal yang sama, Jainuddin Damopolii seakan memberikan signal kekecewaannya selama menjadi wakil dari petahana Tatong Bara.

“Apa yang dikatakan Pak Nayodo beda dengan orang yang mengalami. Penyebab disharmonisasi rata-rata cerai sebelum berakhir. Ini sejarah dan fakta dan tentu karena ada ketidakikhlasan masing-masing dalam menerima kenyataan dan komitmen yang tidak dipegang baik,” kata Jainuddin.

Lanjut dia, kadang menjadi top leader membuat ego menjadi berlebihan.

“Kadang ego top leader terlalu berlebihan, sehingga kita kadang dikesampingkan. Ketika komitmen moral dibangun sejak awal kita harus menyadari bahwa jangan memberikan perasaan hawa nafsu saja,” ucap Jainuddin.

Debat publik tahap II ini berlangsung sejak pukul 15.00- 17.00 Wita. (rza)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top