Menu

Mode Gelap

Health

Simak! Ternyata Jalan Kaki 3000 Langkah Setiap Hari Bisa Hipertensi pada Lansia


30 Sep 2023 10:37 WITA


 Simak! Ternyata Jalan Kaki 3000 Langkah Setiap Hari Bisa Hipertensi pada Lansia Perbesar

KRONIK TOTABUAN – Sebuah studi baru mengemukakan berjalan kaki 3.000 langkah per hari secara signifikan dapat mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi pada orang lanjut usia (lansia).

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease. Penelitian ini relevan karena hipertensi merupakan silent killer. Tekanan darah tinggi membunuh jutaan orang dalam setahun.

Seperti dilansir dari laman Times of India, Jumat (29/9/2023), studi ini menyoroti salah satu olahraga termudah yang terbukti memiliki dampak luar biasa pada kesehatan individu secara keseluruhan.

Beberapa penelitian telah meneliti dampak berjalan kaki setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lansia penderita hipertensi dapat memperoleh manfaat ini dengan meningkatkan aktivitas jalan kaki setiap hari.

Penelitian ini berfokus pada sekelompok orang lanjut usia yang tidak banyak bergerak antara usia 68 dan 78 tahun yang berjalan rata-rata sekitar 4.000 langkah per hari sebelum penelitian.

Setelah berkonsultasi dengan penelitian yang ada, 3.000 langkah merupakan tujuan yang masuk akal. Hal ini juga akan membuat sebagian besar peserta melakukan 7.000 langkah setiap hari, sejalan dengan rekomendasi American College of Sports Medicine.

Tim melakukan penelitian pada masa puncak pandemi Covid-19, yang berarti mereka harus melakukan segala sesuatunya dari jarak jauh.

Para peneliti mengirimkan kepada para partisipan sebuah peralatan yang berisi pedometer, monitor tekanan darah, dan buku harian langkah agar para partisipan dapat mencatat seberapa banyak mereka berjalan setiap hari.

Rata-rata, tekanan darah sistolik dan diastolik peserta menurun masing-masing rata-rata tujuh dan empat poin setelah intervensi.

“Sangat menarik bahwa intervensi gaya hidup sederhana bisa sama efektifnya dengan olahraga terstruktur dan beberapa pengobatan,” ungkap Elizabeth C. Lefferts, penulis utama studi tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa 3.000 langkah yang dicapai para peserta dalam penelitian ini setara dengan pengurangan yang terlihat pada obat anti-hipertensi. Delapan dari 21 peserta sudah menjalani pengobatan antihipertensi.

Para peserta masih melihat peningkatan tekanan darah sistolik karena peningkatan aktivitas harian mereka.

Dalam penelitian sebelumnya ditemukan bahwa ketika olahraga dikombinasikan dengan pengobatan akan meningkatkan efek dari pengobatan tekanan darah saja. Ini menunjukkan pentingnya olahraga sebagai terapi anti-hipertensi.(Red)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ahli Sebut Tanda-tanda Serangan Jantung Bisa Didentifikasi, Ini Penjelasannya

23 Februari 2024 - 13:50 WITA

Jarang Diketahui! Ini 4 Manfaat Rutin Mengkonsumsi Pop Corn

27 Januari 2024 - 18:49 WITA

Jarang Diketahui! Ternyata 5 Daun Ini Ampuh Libas Gejala Kolesterol

21 Januari 2024 - 15:32 WITA

Simak! Berikut 5 Tips Cegah Flu dan Batuk di Musim Penghujan

16 Januari 2024 - 12:54 WITA

Waspada Kelesterol Tinggi Tak Biasa! Ahli Ungkap Berikut Gejalanya

15 Januari 2024 - 13:43 WITA

Simak! Ini 5 Manfaat Nangka Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

11 Januari 2024 - 11:05 WITA

Trending di Headline News