Sulut

36 Ribu Petani di Sulut Diasuransikan oleh ODSK, Dianugerahi Rekor MURI

36 Ribu Petani di Sulut Diasuransikan oleh ODSK, Dianugerahi Rekor MURI Sulut
Kroniktotabuan.com

MANADO– Program Pesona atau perlindungan sosial bagi buruh, tani dan petani penggarap baru saja diluncurkan Gubernur Olly Dondokambey pada HUT ke-56 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (23/9/2020) kemarin.

Program ini bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk asuransi bagi 36 ribu petani di Sulut.

Program Pesona ini adalah lanjutan dari Program Perkasa yakni perlindungan pekerja sosial keagamaan. Khusus untuk program Perkasa, manfaatnya sudah dirasakan oleh pekerja sosial keagamaan.

“Pemprov Sulut dan BPJS Ketenagakerjaan sejak 3 tahun lalu sudah memberikan perlindungan kepada pekerja sosial keagamaan. Sudah berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung, termasuk saat pandemi Covid-19 sekarang ini pekerja sosial keagamaan dapat Rp600 ribu per bulan,” kata Gubernur Olly.

Pemprov Sulut, kata Olly, sangat berterima kasih kepada petani karena di saat Covid ini para petani giat sehingga ketahanan pangan Sulut jadi baik, dan pertumbuhan ekonomi disumbang oleh hasil-hasil pertanian.

“Kita berpikir agar orang tidak takut dan tidak ragu menjadi petani. Karena itu, program ini mulai jalan dan sementara 36 ribu petani sudah masuk,” ucap Olly.

Masih banyak yang petani di Sulut yang akan diakomodir dalam program ini, namun kendalanya di masalah administrasi. Dimana banyak dalam kolom KTP Elektronik, jenis pekerjaan bukan ditulis petani.

“Jangan malu pekerjaan petani di KTP. Kenapa harus demikian, supaya teratur dalam administrasinya,” kata Olly.

Sementara itu, program Pesona atau asuransi untuk petani ini dianugerahi Rekor Dunia MURI. Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw meraih Rekor Dunia MURI sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial Perlindungan bagi Buruh Tani dan Petani Penggarap Terbanyak.

Rekor serupa juga diberikan ke Dirut BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Agus Susanto dan sebagai Pemrakarsa Program Pesona. Piagam Rekor Dunia MURI diserahkan Senior Manager MURI Sri Widayati kepada Olly Dondokambey dan Dirut BPJamsostek Agus Susanto usai Sidang Paripurna HUT ke-56 Provinsi Sulut di Kantor DPRD Sulut, Rabu kemarin.

Baca Juga :  Kepala Staf Kepresidenan Kukuhkan Bupati Bolsel Waketum ASPEKSINDO

Penyerahan piagam disaksikan Wagub, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Anggota Dewan Pengawas BPJamsostek Rekson Silaban, Kepala Disnakertrans Sulut Erny Tumundo dan Kepala BPJamsostek Cabang Manado Hendrayanto.

Rekor Dunia MURI untuk Sulut itu tercatat dengan nomor No. 9650/R.MURI/IX/2020. “Sulut kembali membukukan rekor baru setelah sebelumnya Pemprov Sulut dan BPJamsostek juga pernah mencatat rekor dengan memberikan perlindungan program jaminan sosial kepada 35 ribu pekerja lintas agama pada tahun 2018,” kata Sri yang mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.

Agus Susanto mengatakan, profesi di bidang pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang sangat besar. Karena itu perlindungan jaminan sosial menjadi hal yang harus dimiliki para petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulut yang telah mempercayakan perlindungan para petani di wilayahnya kepada BPJamsostek,” kata Agus.

Anggota Dewan Pengawas BPJamsostek Rekson Silaban mendukung langkah dan kepedulian Pemprov Sulut dalam menjamin kesejahteraan pekerja di daerahnya.

“Para petani memiliki jasa besar kepada perekonomian negeri ini, namun banyak di antara mereka yang belum hidup sejahtera dan tidak memiliki jaminan sosial yang bisa melindungi mereka dari risiko-risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja,” katanya.

Ia berharap Provinsi lain juga dapat mengikuti langkah Pemprov Sulut ini. Melalui Program Pesona, Pemprov Sulut memberi Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) hingga bulan Desember 2020.

Sesuai Peraturan Gubernur, perlindungan tersebut akan terus dianggarkan setiap tahunnya. Adapun manfaat dari program JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat kerja, perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis.

Lalu santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah dan bantuan beasiswa maksimal sebesar Rp 174 juta untuk maksimal dua orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah.

Baca Juga :  Sebut Pilgub Bukan Pemilihan Kepala Suku, Mooduto: Olly-Steven Sudah Terbukti Majukan Sulut

Sedangkan program JKM memberikan manfaat berupa santunan kepada alih waris sebesar Rp 42 juta yang terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan serta bantuan biaya pemakaman. Jaminan lainnya, sama dengan bantuan beasiswa yang sama dengan manfaat JKK yaitu untuk dua orang anak dengan maksimal Rp 174 juta. (*)

 

Sumber: manado.tribunnews.com

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top