Uncategorized

Doing “Money Follow Function” Siasati Euforia Lebaran

Kroniktotabuan.com
Doing “Money Follow Function”  Siasati Euforia Lebaran Uncategorized

Miftahul Jannah Akuba

Baju baru Alhamdulillah,,,tuk dipakai di hari raya” (Trio Kwek-kwek)

Oleh:

MIFTAHUL JANNAH AKUBA, SE, MSA

Bulan Ramadhan adalah event tahunan yang paling ditunggu tunggu umat manusia di seluruh dunia. Hal ini wajar mengingat bulan Ramadhan bukan saja menjanjikan pahala dan ampunan bagi umat muslim saja, namun bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi para pelaku ekonomi apapun agamanya.

Bagaimana tidak, Ramadhan merupakan ajang dimana setiap transaksi ekonomi yang terjadi menghasilkan benefit dan profit yang berlipat ganda. Sebagai contoh kecil, dapat kita lihat, betapa Pasar-pasar ramadhan dadakan tersebar merata dimana mana. Meskipun dalam jumlah yang banyak, namun pasar-pasar dadakan ini selalu ramai dipadati pengunjung sehingga dagangan yang dijual selalu “Sold Out” (habis terjual). Benar-benar bulan yang penuh rahmat dan berkah.

Euforia

Secara singkat euforia dapat diartikan perasaan antusias yang berlebihan atas suatu situasi ataupun keadaan tertentu. Keadaan ini biasanya berlangsung sementara dan tidak bertahan lama, tergantung pada situasi dan kondisi yang dialami. Berbicara tentang euforia, kondisi ini sudah kita rasakan semenjak menjelang ramadhan. Dimana seluruh umat muslim benar-benar antusias mempersiapkan semua perlengkapan ramadhan dengan harapan kesempurnaan dalam menjalankan ibadah suci ramadhan dapat tercipta. Contoh nyata adalah sudah menjadi tradisi pada awal awal ramadhan, para ibu-ibu memasak hidangan yang spesial untuk keluarga demi melengkapi menu berbuka dan sahur.

Rasa antusias ini terus berlanjut selama bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran. Dimana kesibukan mempersiapkan lebaran terjadi dengan menggebu-gebu bahkan kadang tidak terkontrol. Persiapan akan kue lebaran, hingga baju lebaran, belum lagi dengan mindset “lebaran harus serba baru” semakin menari-nari di benak setiap insan dalam rangka menyambut hari kemenangan. Nah, dengan situasi euforia seperti ini mari kita menelaah dan menengok ke belakang, pernahkah kita menghitung dan memprediksikan semua total budget Ramadhan hingga menjelang lebaran ?

“Money Follow Function”

Prinsip uang mengikuti fungsi (Money Follow Function) telah tercantum dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2004yang dengan jelas disebutkan “Money Follow The Function” . Konsep ini secara sederhana menjelaskan bahwa pengalokasian anggaran harus didasarkan pada fungsi masing-masing satuan kerja yang ditetapkan Undang-Undang. Konsep ini mengandung arti anggaran yang ada harus mengikuti kebutuhan prioritas suatu entitas dengan tujuan terjadinya penghematan anggaran serta menghindari alokasi dana yang sia-sia.

Lebaran sebentar lagi. Dalam fungsi “Money Follow Function”, Money berarti jumlah uang yang ada saat ini,bisaberupa tabungan,THR tunai, gaji 13,gaji 14 dan lain sebagainya.Sementara Function adalah fungsi atau kegiatan yang dalam hal ini diartikan sebagai event lebaran. Dana ataupun uang yang ada saat ini bisa berupa uang tunai, ataupun non tunai yang seyogyanya harus mengikuti rincian sub-sub prioritas kebutuhan lebaran yang sesungguhnya. Dalam artian kita tidak perlu menambah budget yang dari segi substansi tidak ada hubungannya sama sekali dengan event sakral lebaran.

Trik jitu

Dalam situasi yang lebih mikro, in case menyongsong hari kemenangan Idul Fitri, secara bijak kita bisa terlebih dahulu berfikir jernih. Hal-hal berupa merubah “Mindset” (Pola pikir), dimana Lebaran tidak selalu harus “New Collection”. Kemudian tindakan menyiapkan anggaran, dimana masing-masing pribadi dapat menyiapkan dana/budget sesuai dengan kemampuan.Kemudian hal penting lainnya adalah membuat daftar kebutuhan prioritas, dimana kita perlu jujur pada diri sendiri dengan menerapkan fungsi “Money Follow Function” yakni apa saja yang menjadi prioritas utama hingga dana cadangan untuk menyiasati pengeluaran tak terduga. Selanjutnya adalah membuat daftar harga berdasarkan hasil pencarian informasi perkiraan harga pasar barang prioritas dari Toko Online atau dari Supermarket, Mall terdekat. Kesemuanya itu adalah beberapa trik trik jitu untuk mengontrol emosi sesaat euforia menjelang lebaran.

Belanja bijak = Belanja cerdas

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengkonfirmasi  menjamin stabilitas perekonomian nasional selama Ramadhan hingga menjelang lebaran dengan terus memantau harga-harga bahan pokok di pasaran. Namun hal ini tidak serta merta menjamin harga di pasaran stabil, juga tidak serta merta menjamin berkurangnya resiko melonjaknya inflasi. Hal ini menyiratkan bahwa pemerintah membutuhkan kerja sama dan peran serta masyarakat untuk mengontrol harga di pasaran. Sebagai masyarakat biasa kita bisa berperan serta dengan cara tetap bijaksana dalam membelanjakan anggaran rumah tangga.

Dengan adanya daftar kebutuhan beserta harga yang telah dipersiapkan sebelumnya seperti halnya telah disinggung diatas, berarti kita telah siap dan berkomitmen untuk tidak membelanjakan dana untuk sesuatu yang tidak perlu Out of list (diluar daftar). Dengan demikian, kita bisa tetap menyambut lebaran dengan tetap menjunjung tinggi prinsip penghematan anggaran. Masyarakat yang bijak adalah simbol masyarakat cerdas Indonesia. Wassalam.

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top