Uncategorized

Hamri Manoppo, Sosok Penerjemah Alquran dalam Bahasa Mongondow

Hamri Manoppo, Sosok Penerjemah Alquran dalam Bahasa Mongondow Uncategorized
Kroniktotabuan.com
Hamri Manoppo, Sosok Penerjemah Alquran dalam Bahasa Mongondow Uncategorized

Hamri Manoppo

BOLMONG– Alquran terjemahan bahasa daerah Bolaang Mongondow yang telah diluncurkan Kementerian Agama (Kemenag) pada 2016 lalu, rupanya melibatkan sosok Hamri Manoppo sebagai penerjemah utamanya.

Hamri yang ditemui di rumahnya di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (30/10/2017), menceritakan awal keterlibatannya dalam proyek Kemenag RI tersebut. Tahun 2015 dia memulainya.

“Saat itu saya dipanggil pihak Kemenag karena prospek penerjemahan yang sedianya dimulai 2013, tidak berjalan baik. Awalnya dari IAIN Manado yang menangani namun tidak jalan karena ada kendala teknis. 2015 saya dipanggil untuk menerjemahkan, dan selesai sampai diluncurkan,” kata Hamri.

Proyek penerjemahan Alquran ke Bahasa Mongondow bersamaan dengan dua daerah lain yaitu  Toraja dan Batak Angkola.

“Proses penerjemahan di Jakarta langsung. Setelah itu tujuh kali diseminarkan. Masing- masing tiga kali di Jakarta, Manado satu kali dan di Bolmong tiga kali,” ucap mantan Kepala Dinas Penddikan Bolmong ini.

Selama proses penerjemahan, Hamri, mengaku mendapat inspirasi dan merasakan langsung seperti terlibat dalam kondisi pada zaman kenabian sebagaimana banyak diungkap pada ayat-ayat Alquran.

“Kalau bukan Alquran saya tidak mau mengambil pekerjaan ini. Yang diterjemahkan sebanyak 1.000 halaman,” ujarnya.

Dia juga menganalisa mengapa banyak orang bisa menghafal Alquran 30 juz. Salah satunya karena ada ayat dalam Alquran yang diulang-ulang. Ada ayat bahkan sampai ratusan kali diulang.

“Ada ayat artinya begini, saya beri kamu awan, aku jatuhkan jadi hujan membasahi tanah kering.  Saya beri bijian untuk kamu tanam dan makan, saya beri kamu ternak untuk dipelihara. Kamu tunggangi dan makan, tapi kamu tetap kafir. Itu ada dalam surat Al-Mukmin, dari Al-lbaqarah sudah ada. Intinya ayat ini menjelaskan, kalian diberi kenikmatan tapi masih tetap kafir,” terangnya.

Sebelum diterbitkan, Alquran terjemahan Bahasa Mongondow ini melewati proses validasi secara bertahap hingga empat kali.

“Validasi dilakukan setiap kata per kata, kalimat per kalimat dan terjemahan ayat per ayat. Validasi ini akan disesuaikan dengan konteks ilmu-ilmu Alquran,” jelasnya.

Hal ini penting agar hasil Alquran terjemahan bahasa daerah sesuai dengan pesan dalam mushaf dan ayat Alquran yang berbahasa Arab. Setelah proses validasi selesai, masih dilakukan lagi pentashihan ayat per ayat Alquran untuk terakhir kalinya sebelum dipublikasikan.

“Proses panjang ini penting untuk keakuratan dan kevalidan dari berbagai perspektif,” ungkap Hamri.

Dia berharap Pemerintah Daerah di kabupaten/kota yang ada di Bolaang Mongondow Raya, bisa mencetak Alquran ini kemudian diberikan pada masyarakat.

“Sebenarnya bagus lima daerah di bolaang mongondow raya mencetak Alquran ini kemudian dibagikan. Biaya cetak Rp142 ribu. Masternya akan diberikan Kementerian Agama,” katanya.

“Tujuan pemerintah menerbitkan Alquran terjemahan bahasa daerah karena tidak semua masyarakat Muslim di Indonesia punya pemahaman yang baik tentang Bahasa Indonesia, sehingga ada kebutuhan Alquran diterjemahkan ke bahasa daerah. (ahr/vdm)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top