Larang Pemilik Kanopi Layani Masyarakat Gogagoman, Pemkot Dinilai Panik
Berita Daerah

Larang Pemilik Kanopi Layani Masyarakat Gogagoman, Pemkot Dinilai Panik

Larang Pemilik Kanopi Layani Masyarakat Gogagoman, Pemkot Dinilai Panik Berita Daerah Berita Kotamobagu Uncategorized
Kroniktotabuan.com

 

Larang Pemilik Kanopi Layani Masyarakat Gogagoman, Pemkot Dinilai Panik Berita Daerah Berita Kotamobagu Uncategorized

Kanopi untuk Pasar Senggol Poyowa Kecil telah berdiri. Sementara di Gogagoman, Pemkot melarang pemilik kanopi melayani permintaan masyarakat.

KOTAMOBAGU- Polemik pemindahan Pasar Senggol dari Gogagoman ke Poyowa Kecil belum usai. Masyarakat Gogagoman tak terima. Mereka tetap ngotot mendirikan Pasar Senggol di Jalan Bolian, Kompleks Pasar 23 Maret. Sementara Pemkot seakan tak kehabisan akal menjegal keinginan masyarakat Gogagoman.

Bahkan untuk menggagalkan rencana masyarakat Gogagoman, Pemkot mengeluarkan surat edaran khusus kepada seluruh pemilik usaha penyewaan kanopi. Isinya, agar tidak melayani permintaan pihak manapun yang ingin mendirikan tenda atau kanopi di fasilitas umum tanpa izin.

Selain kepada seluruh pemilik kanopi, edaran yang ditandatangani Asisten II Gunawan Damopolii tersebut juga beredar luas di tengah masyarakat. Pemkot berharap dengan adanya edaran tersebut, tidak akan ada tenda atau lapak Pasar Senggol yang berdiri selain di Poyowa Kecil.

Namun, Tokoh Pemuda Kecamatan Kotamobagu Utara, Febri Bambuena, menilai edaran kepada pemilik usaha penyewaan kanopi seharusnya tidak dikeluarkan Pemkot. Edaran tersebut kata Ketua KPIBM Cabang Makassar ini, hanya menunjukkan kepanikan Pemkot menghadapi masyarakat Gogagoman yang ngotot mendirikan Pasar Senggol.

“Tidak ada dasar pemilik usaha kanopi dilarang melayani permintaan masyarakat yang ingin menyewa. Kalau cara berpikir dan bersikap pemerintah seperti ini, maka tidak boleh ada reaksi berlebih juga jika ke depan pemilik usaha ini menolak membayar pajak. Tidak ada jaminan juga ketika dilarang, masyarakat Gogagoman kemudian diam dan taat dengan pemerintah. Harusnya pemerintah lebih elegan dalam bersikap,” kata Febri.

“Sikap pemerintah ini juga membuktikan bahwa ada kepanikan Pasar Senggol di Poyowa Kecil tidak akan sukses jika di Gogagoman berdiri,” katanya.

Sementara itu, Kamis (15/6) malam ini, masyarakat Gogagoman rencanya mulai mendirikan tenda untuk Pasar Senggol. “Apapun risikonya, kami tetap akan mendirikan Pasar Senggol,” tegas Tokoh Masyarakat Gogagoman, Nini Mokodompit dan Sofian Bede. (rab)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top