BOLSEL, kroniktotabuan.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng), Selasa (28/4/2026), berlangsung khidmat di Lapangan Olahraga Adow. Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebagai ajang refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen pembangunan ke depan.
Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Hi. Iskandar Kamaru, bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, hadir langsung dalam upacara tersebut, didampingi jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan posisi strategis Kecamatan Pinolosian Tengah dalam sejarah pembentukan Kabupaten Bolsel.
“Jika Kecamatan Pinteng tidak terbentuk, maka Kabupaten Bolsel pun tidak akan pernah ada,” ujar Bupati.
Upacara diawali dengan doa bersama yang ditujukan bagi para tokoh pemekaran daerah, di antaranya almarhum Samsudin Kuji Moha dan Hi. Herson Mayulu. Momen tersebut menjadi penghormatan atas jasa para tokoh yang berperan dalam proses terbentuknya wilayah tersebut.
Selain refleksi sejarah, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika terdapat tenaga kesehatan maupun pendidik yang tidak menjalankan tugas secara maksimal.
“Saya meminta masyarakat untuk melaporkan jika ada petugas yang tidak ikhlas dalam pengabdiannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan di daerah.
Peringatan HUT ke-20 Pinteng juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para tokoh pemekaran serta peresmian program “PINTENG BERKAH” yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap daerah melalui semangat kebersamaan.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan, partisipasi masyarakat, dan komitmen bersama dalam memajukan daerah. (Sudarto Manoppo)