BOLMONG– Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Utara (Sulut), Cherish Hariette Mokodongan, angkat suara soal kasus perundungan yang menimpa salah satu siswi SMK di Bolmong.
Melalui rilis yang dikirimkan kepada media, Cherish mengungkapkan bahwa kejadian di Bolmong ini telah menambaj deretan kasus bullying yang terjadi di sekolah.
Dia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Terhadap Siswi di Bolmong Jadi Perhatian Serius Menteri PPPA
“Ketegasan sangat diperlukan. Sebagai pesan kepada siapapun bahwa tindakan pelecehan seperti itu adalah suatu pelanggaran dan tak pantas dilakukan oleh siapapun apalagi oleh orang terdidik,” kata Cherish, Selasa (10/3/2020).
Peristiwa itu lanjut Cherish, merupakan pekerjaan rumah besar dan bahan evaluasi. Perundungan tak bisa dibiarkan kepada siapapun dan dengan alasan apapun, terlebih menempatkan perempuan sebagai objek perundungan.
“Secara tak langsung, itu berarti menunjukan kualitas peradaban dan mental patriakhi yang eksploratif dan diskriminatif dalam memandang martabat dan kehormatan masyarakat,” kata Cherish dalam rilis.
Dia menambahkan, tindak pelecehan dan diskriminasi gender yang terjadi di lingkungan pendidikan tidak hanya menunjukan kegagalan institusi pendidikan, tapi mengidentifikasikan tidak berfungsinya peran keluarga sebagai pilar paling dasar dalam mewujudkan masyarakat beradab.
Senator cantik asal Bolaang Mongondow Raya (BMR) pun mendorong pemerintah dan mengajak masyarakat agar memperbaiki pola parenting, sebab kualitas seseorang dimasa dewasa sangat ditentukan pengasuhan masa kecilnya.
“Pengawasan dari pihak sekolah juga harus diperbaiki agar kejadian serupa tak terjadi lagi, karena sekolah juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter,” ujarnya.
“Selain itu, pemenuhan hak anak juga peru menjadi perhatian, baik tentang hak penanganan, perlindungan dan pemulihan untuk mencegah keberulangan pelecehan seksual dan dampak yang berkelanjutan terhadap korban,” tandasnya. (len)




