Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 2 Mei 2020 22:11 WITA ·

Rupiah Diprediksi Menguat Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga


Rupiah Diprediksi Menguat Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga Perbesar

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini setelah Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan rupiah bisa menguat dan bergerak di kisaran Rp 15.190 – Rp 15.390 per dolar AS pada hari ini.

Pada Rabu kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil ditutup terapresiasi tajam 150 poin atau 0,97 persen ke level Rp 15.295 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat indeks dolar melemah jelang rilis keputusan rapat kebijakan The Fed.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,29 persen atau 0,289 poin ke posisi 99,576.

Ibrahim menyebutkan, salah satu sentimen yang dipantau pasar ialah kondisi pandemi virus Corona di DKI jakarta terus menurun. Dengan begitu,a da kemungkinan pembatasan sosial berskala besar di awal Juni mendatang bisa kembali dilonggarkan.

Hal ini akan diikuti oleh provinsi-provinsi lain, sehingga perekonomian kembali berjalan. Penghentian PSBB menjadi angin segar bagi pasar dan membuat arus modal asing kembali membanjiri pasar valas dan obligasi, sehingga mata uang rupiah menguat.

“Selain itu, pelaku pasar memantau hasil Rapat Federal Reserve,” ujar Ibrahim, Kamis, 30 April 2020.

Bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran level saat ini dan berjanji untuk mempertahankannya hingga ekonomi AS kembali pulih.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen – 0,25 persen.

Baca Juga  Hari Ini Toyota Agya Facelift 2020 Resmi Dirilis

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sebelumnya menyebutkan kini posisi rupiah di kisaran Rp 15.400 per dolar AS terbilang undervalue. Oleh karena itu, BI optimistis rupiah dapat menuju Rp 15.000 per dolar AS pada akhir 2020.

Salah satu pendorong rupiah ialah defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Semula 2,5 persen – 3 persen dari PDB, insyaallah akan lebih rendah dari itu. Saat ini masih Rp15.400 karena faktor teknikal,” kata Perry, Rabu, 29 April 2020.

Selain itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga akan melakukan intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN. “Kami juga optimistis adanya inflow yang lebih besar. Biasanya setelah 4 bulan outflow, akan selaku diikuti periode inflow,” ucapnya. (*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran THR ASN, Ini Jadwalnya!

23 Februari 2026 - 12:05 WITA

Menkeu Optimistis Rupiah Segera Menguat Usai Sentuh Level Rp16.955

20 Januari 2026 - 10:10 WITA

Trending di Berita Ekonomi