Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 3 Jul 2020 18:48 WITA ·

Erick Thohir Ungkap Penyebab Maraknya Korupsi di BUMN


Erick Thohir Ungkap Penyebab Maraknya Korupsi di BUMN Perbesar

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan soal penyebab maraknya kasus korupsi yang terjadi di perusahaan pelat merah. Hal itu lantaran banyak direksi yang mainkan peran ganda antara ekonomi dan pelayanan publik, serta mencampurkan kepentingan keduanya.

“BUMN dulunya memegang peran ganda untuk memenuhi nilai ekonomi dan pelayanan publik. Tetapi problemnya karena ini garis merahnya tidak jelas, akhirnya para direksi sendiri mencampuradukkan antara penugasan dan bisnis yang benar,” katanya dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Kingdom Business Community, Kamis malam (2/7/2020).

Dengan peran ganda atas oknum direksi tak bertanggung jawab , Erick menyebut, dalam beberapa tahun belakangan sudah ditemukan 53 kasus korupsi di BUMN. Jadi hal itu sangat merugikan negara.

Erick mengatakan saat ini sedang memetakan BUMN mana yang fokus mencari profit dan berfokus pada pelayanan publik.

Di pun mencontohkan seperti Telkom dan Bank Mandiri yang benar-benar di bisnis. Tapi, ada juga yang fokus pelayanan publik seperti Pupuk Indonesia.

“Supaya para direksi KPI (key performance indicator) jelas dan tidak ada iri-irian satu sama lainnya,” kata dia.

Dia menambahkan, sebagai Menteri BUMN akan membangun ekosistem yang sehat untuk bisa membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik. Erick pun berkomitmen untuk terus melakukan restrukturisasi dan konsolidasi dalam merampingkan struktur BUMN.

“Kami tidak sempurna di BUMN. Kami terus melakukan restrukturisasi, konsolidasi dan tranformasi, jadi kita punya penugasan yang jelas dan sebagai korporasi,” ucapnya.

Erick Thohir baru saja merampingkan perusahaan BUMN dari sebelumnya 142 menjadi 107. Kemudian ia pun berencana untuk merampingkan lagi jumlah BUMN hingga tersisa hanya 70 perusahaan. Erick juga sempat menyatakan akan menutup bisnis yang tidak sejalan dengan core bisnis induknya.(*)

Facebook Comments Box
Baca Juga  Rupiah Ditutup Menguat Jadi 14.690 Imbas Neraca Dagang Surplus
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran THR ASN, Ini Jadwalnya!

23 Februari 2026 - 12:05 WITA

Menkeu Optimistis Rupiah Segera Menguat Usai Sentuh Level Rp16.955

20 Januari 2026 - 10:10 WITA

Trending di Berita Ekonomi