KOTAMOBAGU– Sejumlah anggota Komunitas yang tergabung dalam Hijabers Kotamobagu dan Bikers Subuhan menggelar aksi simpatik di depan toko Paris, (1/6/2018) sore.
Mereka ingin mengubah stigma negatif terhadap wanita bercadar yang berhembus setelah aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Para wanita bercadar dan pria menggunakan baju koko serta celana cingkrang ini berderet tepat di depan pintu masuk toko Paris. Sebagian diantaranya membawa kertas bertuliskan Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman.
Keberadaan mereka langsung mendapatkan respon positif dari sejumlah warga. Bahkan banyak yang memeluk mereka dengan haru.
“Kami ingin memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa wanita bercadar dan pria berbaju koko, menggunakan songkok dan celana cingkrang bukan teroris,” ujar Tiara, salah satu anggota Hijabers saat diwawancarai Kronik Totabuan.

Hal ini, kata dia, untuk membantah adanya opini negatif terhadap cadar setelah peristiwa di Surabaya. Upaya mengubah opini ini kata Sarah salah satunya dengan menggelar sosial eksperimen berupa peluk aku jika merasa aman. Intinya kegiatan ini menunjukkan wanita bercadar tidak seperti yang diberitakan.
“Aksi ini ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan membawa perdamaian serta rahmatan lil alamin. Teroris itu ingin menghancurkan Islam dan mengadu domba,” terang dia.
Ia menambahkan, aksi yang dilakukan dengan turun ke jalan ini untuk memberitahu masyarakat termasuk warga non muslim bahwa Islam tidak radikal dan dianggap teroris.
“Islam mengajarkan kita untuk menghormati dan mengayomi sesama umat beragama. Jika ada teroris dan kelompok radikal, itu bukan Islam melainkan orang-orang yang ingin menghancurkan kesatuan kita sebagai orang yang beragama,” pungkasnya. (rza)




