KRONIK TOTABUAN – Seluruh lembaga adat se-Kotamobagu siap-siap insentif naik 100 persen tahun 2025 mendatang jika pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu, Meiddy Makalalag- Syarifuddin Juaidi Mokodongan (MESRA), terpilih.
Rencana pasangan MESRA menaikkan insentif lembaga adat telah dituangkan dalam program prioritas yang merupakan turunan dari visi misi pasangan ini.
Selain lembaga adat, pegawai syar’i, petugas agama, perangkat kelurahan dan desa, BPD dan LPM, serta Linmas akan juga merasakan kenaikan insentif lewat program prioritas ini.
Baca Juga: Moyag Bersatu Basis MESRA, Ribuan Orang Padati Kampanye Dialogis
Menarik dari program MESRA ini adalah, calon lain tidak memikirkan peningkatan kesejahteraan para ujung tombak pelayanan di tingkat desa dan kelurahan. Hanya Meiddy- Syarif yang berpikir untuk menaikkan insentif.
Program prioritas ini sudah dipaparkan MESRA dalam debat terbuka calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu pertama yang digelar KPUD pada 19 Oktober 2024 lalu.
Meiddy- Syarif dalam setiap kesempatan kampanye selalu menegaskan alasan mengapa insentif lembaga adat, pegawai syar’i, petugas agama, perangkat kelurahan dan desa, BPD dan LPM, serta Linmas harus dinaikan.
“Sebab pelayanan di kelurahan dan desa, merekalah ujung tombak pemerintah. Sudah kami hitung kebutuhan anggaran. Sangat cukup untuk menaikkan insentif sampai 100 persen,” kata Meiddy Makalalag di kampanye dialogis Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Rabu (23/10/2024).
Dengan insentif yang mencukupi, Meiddy meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat di tingkat kelurahan dan desa akan lebih maksimal lagi.***



