• Berita Terbaru Sulawesi Utara, Totabuan, Indonesia – KronikTotabuan.com
Selasa, Maret 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
kroniktotabuan.com
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
No Result
View All Result
kroniktotabuan.com
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Ormas Sayap PDIP: Hargai Film G30S/PKI

by Rzha
September 22, 2017
in Berita Nasional
A A
0
Ormas Sayap PDIP: Hargai Film G30S/PKI
500
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

JAKARTA– Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan Mahmuddin Muslim menilai, pemutaran film G30S/PKI sebenarnya tidak perlu ditanggapi secara serius oleh pemerintah. Karena film apapun boleh saja ditonton di Indonesia selama film tersebut dinyatakan lolos oleh Badan Sensor Film Nasional.

RelatedPosts

Pemerintah Percepat Penyaluran THR ASN, Ini Jadwalnya!

Wamenaker Minta Perusahaan Konsisten Jalankan Norma Ketenagakerjaan agar Pekerja Terlindungi

Menaker: K3 Tak Sekadar Cegah Kecelakaan Kerja, Aspek Kesehatan Kerja Harus Diperkuat

“Demikian pula, film G30S/PKI karya Alm. Arifin C. Noer pun telah dinyatakan lolos sebagai film yang boleh ditonton sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Apapun isi cerita film tersebut, maka hargai saja itu sebagai sebuah karya sineas yang perlu diapresiasi,” kata Mahmuddin dilansir dari viva.co.id, Jumat (22/9).

Namun, dia menyayangkan isu pemutaran film ini kemudian digunakan oleh sebagian kelompok dan politisi untuk memaksakan kebenaran isi film tersebut sebagai sebuah kebenaran sejarah. Menurutnya, film G30S/PKI tersebut seharusnya diputar dan ditonton saja, tetapi tidak boleh memaksa orang lain untuk turut menontonnya. “Apalagi memaksakan kebenaran versi film tersebut kepada orang lain,” ujarnya menambahkan.

Mahmuddin menuturkan, peristiwa tahun 65 tersebut tidak bisa dipungkiri merupakan bagian dari perjalanan bangsa. Sebagai bagian dari sejarah negeri ini, maka terbuka ruang untuk berbagai tafsir terhadap peristiwa tersebut. “Penulisan ulang sejarah, tentu tidak akan lepas dari subjektifitas penulisnya,” ujarnya.

Jika ada yang tidak setuju atau merasa penulisannya kurang lengkap, maka dia menyarankan sebaiknya pihak-pihak tersebut juga menulis sejarah tersebut menurut versi mereka dan tentu saja tidak bisa lepas dari subjektifitas penulisnya. Sehingga perdebatan tentang peristiwa G30S/PKI menjadi perdebatan yang bermartabat dan akademis.

Baca Juga  Bertemu Sopir Truk, Ini Titipan Jokowi Saat Hari Pencoblosan

“Bukan dijadikan ajang untuk menyudutkan lawan-lawan politik apalagi menuduh atau memberikan stigma komunisme pada kelompok tertentu tanpa landasan data yang valid,” katanya.

Mahmudin melihat, perdebatan yang terjadi terlalu menguras energi, simpang siur, cenderung saling serang, hoaks dan merasa paling benar. Bahkan memunculkan tindakan2 anarkis dan persekusi. “Cara-cara ini membuat situasi, seolah-olah para pihak yang berdebat seolah-olah kembali hidup di tahun 65. Bahkan isu-isu komunisme saya lihat sudah dijadikan oleh lawan politik pemerintah untuk menyerang pemerintahan Jokowi dan partai pendukungnya,” tuturnya.

Dia menambahkan, cara-cara seperti itu tentu saja tidak sehat untuk konsolidasi demokrasi Indonesia. Padahal, mestinya semua tindakan politik yang dilakukan dalam demokrasi mempunyai tanggung jawab kepada publik sebagai bentuk pendidikan politik dan civic education.

“Sebagai bangsa yang beradab, dialektika diskursus peristiwa G30S/PKI harusnya melangkah maju sebagai bahan koreksi terhadap kehidupan kebangsaan kita dan tentu saja semakin memperkokoh ideologi Pancasila.” (vva/vdm)

Sumber: viva.co.id

Tags: Ormas Sayap PDIP: Hargai Film G30S/PKIPKI
Rzha

Rzha

Next Post
Wanita Terkaya di Dunia Meninggal Dunia

Wanita Terkaya di Dunia Meninggal Dunia

  • 33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinggal Tunggu Pergub, Dikda Sulut Jamin TPG 13 dan THR TPG 2025 Segera Dibayarkan ke Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS, Para Guru Laporkan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Korupsi di Bawaslu Kotamobagu, Penyidik Temukan Rp300 Juta untuk Beli 100 Buku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Kasus Hibah GMIM Berakhir, Ini Putusan Lengkap untuk Lima Terdakwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Logo Utama
Logo Dewan Pers
Dewan Pers
No: 1014/DP-Verifikasi/K/V/2022 Verified
Logo AMSI
Anggota AMSI
No Result
View All Result
  • Harga Emas Hari Ininew
  • Live StreamingTV
  • Klasemen Sepak Bolanew
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • RSS KRONIKTOTABUAN
  • Karir
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Survei Pembaca

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

No Result
View All Result
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In