KRONIK TOTABUAN – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Eko Marsidi mengungkapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah rampung.
Eko mengatakan bahwa RIPPARKAB sendiri merupkan panduan harus kemana kita mengarahkan pariwisata daerah.
Baca Juga: Jelang Musda DPD KNPI Boltim Pekan Ini, Sudah 2 Bakal Calon Ambil Formulir
“Jadi RIPPARKAB merupakan panduan harus kemana kita mengarahkan pariwisata daerah,” ucap Eko.
Selain itu Kata Marsidi, RIPPARKAB sendiri berlaku selama 25 tahun. Namun bisa saja ada perubahan setiap 5 tahun sesuai kondisi terjadi dilapangan.
“RIPPARKAB ini memuat tentang pengembangan spot-spot wisata daerah, termasuk Boltim sendiri ada 10 destinasi wisata yang masuk, kalau milik warga tidak masuk,” jelas Marsidi.
“Wisata Boltim yang masuk dalam RIPPARKAB antara lain Destinasi Mooat, Bukaka, kemudian ada pembuatan jalur tanjung cemara pantai batu buaya, jalur cimoki dan lain- lain,” ujarnya.
Saat ini masih menunggu penyelesaian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH).(Retho Bambuena)




