KRONIK TOTABUAN – Yasti Soepredjo Mokoagow berjanji akan terus mengawal proses pembangunan Kawasan Industri Mongondow (Kimong) walaupun dirinya bukan lagi Bupati Bolmong.
Yasti memang sudah secara terang-terangan mengatakan tidak akan melanjutkan periode kedua sebagai Bupati Bolmong.
Menurut Yasti, kehadiran Kimong di tanah Totabuan begitu penting bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) umumnya dan masyarakat Kabupaten Bolmong khususnya.
“Kendati sudah bukan bupati lagi, saya berjanji akan terus mengawal, Insya Allah untuk Kimong harus dibangun cepat di Kecamatan Lolak,” kata Yasti.
Selain itu, Yasti juga mengungkapkan akan membangun komitmen dengan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bolmong agar berupaya menunjang SDM masyarakat Bolmong agar saat Kimong sudah 100 persen, masyarakat BMR sudah siap.
“Jadi PR besar untuk pejabat baru yakni harus memaksimalkan proses pembangunan Kimong ini, karena selain PAD kita akan bertambah, UMKM juga akan semakin berjalan dengan maksimal. Sementara untuk menunjang SDM kita nantinya ada pelatihan khusus dari PT. Kimong khusus untuk anak daerah, dan itu saya sudah bicarakan kemudian mereka mengiyakan,” jelas Yasti.
Yasti juga meminta support penuh dari masyarakat Kabupaten Bolmong agar pembangunan Kimong bisa berjalan sesuai harapan.
“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak, Insya Allah ini bisa terealisasi lebih cepat dan sesuai harapan. Karena, Kimong ini bakal menyerap kurang lebih 33 ribu tenaga kerja, dan anak-anak kita nanti yang akan bekerja di Kimong tersebut,” tandas Yasti.
Sampai dengan saat ini pun kata Yasti, pihaknya selaku pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan Kimong.
Ada 5 Kementerian yang ditugaskan untuk mengawal pembangunan Kimong tersebut. Di antaranya, Kementrian BKPM, Kementrian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan Kementrian ATR/BPN.
“Jadi lambat awal Mei 2022 semua perizinan terpadu bisa selesai,” jelas Yasti.
Perlu diketahui, Kimong akan segera dibangun tahun 2022 ini dengan total investasinya pun tak tanggung-tanggung, kurang lebih 10 Miliar US Dollar.
Di beberapa kesempatannya Yasti juga kerap kali membeber, di tahun 2022 ini akan dilaksanakan groundbreaking, di mana ada satu tenant yang total nilai investasinya berjumlah 2,7 Miliar US Dollar atau setara dengan Rp40 Triliun yang akan ditanamkan di Kabupaten Bolmong. (falen)




