Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Politik · 5 Mei 2018 20:10 WITA ·

Soal Keretakan Walikota dan Wakil Walikota, Nayodo dan Jainuddin Saling Sindir


Soal Keretakan Walikota dan Wakil Walikota, Nayodo dan Jainuddin Saling Sindir Perbesar

KOTAMOBAGU– Debat publik tahap II antara pasangan calon Tatong Bara- Nayodo Koerniawan dan Jainuddin Damopolii- Suharjo Makalalag diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu di Ballroom Hotel Sutanraja Kotamobagu, Sabtu (6/4/2018).

Jalannya debat berjalan alot. Setelah memaparkan visi misi masing-masing, kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota ini saling debat sesuai tema debat yakni Tatakelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Menariknya, pertanyaan tentang fenomena disharmonisasi antara pasangan Walikota dan Wakil Walikota dalam pemerintahan yang diajukan panelis, kedua paslon beri jawaban berbeda dan saling sindir.

“Disharmonisasi terjadi karena ketidakdewasaan berpolitik. Kadang tidak mengetahui apa fungsi dan tugas serta kewenangan antara Walikota dan Wakil Walikota,” kata Calon Wakil Walikota Nomor Urut 1, Nayodo Koerniawan.

Kata Nayodo, tupoksi wakil walikota sangat jelas tertuang dalam undang-undang. Kemudian persoalan ikhlas dalam mengemban tugas melayani masyarakat.

“Sebagai wakil harus tahu apa tugasnya. Jila wakil tidak memahami itu, ibarat kijang berlarian tanpa arah dan tujuan. Kemudian pada saat pencalonan sebenarnya walikota sebagai panglima perang, sementara wakil memang sudah ada tugasnya yakni melaksanakan pengawasan,” ujarnya.

Menjawab hal yang sama, Jainuddin Damopolii seakan memberikan signal kekecewaannya selama menjadi wakil dari petahana Tatong Bara.

“Apa yang dikatakan Pak Nayodo beda dengan orang yang mengalami. Penyebab disharmonisasi rata-rata cerai sebelum berakhir. Ini sejarah dan fakta dan tentu karena ada ketidakikhlasan masing-masing dalam menerima kenyataan dan komitmen yang tidak dipegang baik,” kata Jainuddin.

Lanjut dia, kadang menjadi top leader membuat ego menjadi berlebihan.

“Kadang ego top leader terlalu berlebihan, sehingga kita kadang dikesampingkan. Ketika komitmen moral dibangun sejak awal kita harus menyadari bahwa jangan memberikan perasaan hawa nafsu saja,” ucap Jainuddin.

Debat publik tahap II ini berlangsung sejak pukul 15.00- 17.00 Wita. (rza)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Iskandar-Deddy Kembali Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

24 Desember 2025 - 10:04 WITA

Legislator Minta Pemkot Kotamobagu Pastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Nataru

9 Desember 2025 - 16:50 WITA

Agus Suprijanta Ingin Hak ASN Tidak Dikorbankan di APBD 2026

9 Desember 2025 - 16:26 WITA

Banggar DPRD Kotamobagu Koreksi Isi KUA-PPAS 2026

9 Desember 2025 - 16:15 WITA

Banggar DPRD dan TAPD Kotamobagu Lanjutkan Pembahasan KUA-PPAS 2026

2 Desember 2025 - 15:50 WITA

Trending di Berita Politik