BOLSEL, Kroniktotabuan.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mengekspose kesiapan penerapan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah.
Bupati Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Selasa (03/03/2026), memaparkan rencana implementasi Manajemen Talenta ASN di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta.
Rombongan Pemkab Bolsel diterima langsung Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, didampingi para deputi serta pejabat teknis yang membidangi pengembangan talenta dan karier ASN, termasuk Kepala Kantor Regional XI BKN Manado.
Dalam pemaparannya, tim Pemkab Bolsel menjelaskan tahapan yang telah disiapkan, mulai dari pemetaan potensi dan kompetensi ASN, perencanaan pengembangan kapasitas, hingga mekanisme penempatan pejabat berbasis kualifikasi dan kinerja. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan dukungan data serta rekam jejak, bukan semata pertimbangan administratif.
Kepala BKN memberikan sejumlah catatan dan arahan agar kebijakan daerah tetap selaras dengan regulasi nasional. BKN juga menyatakan dukungan terhadap langkah Bolsel yang dinilai menunjukkan komitmen dalam membangun sistem karier ASN yang lebih terstruktur dan terukur.
Sementara itu, Bupati Iskandar menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan di Bolsel. Ia menilai pembaruan sistem kepegawaian menjadi kebutuhan mendesak agar birokrasi dapat bekerja lebih efektif, profesional, dan akuntabel.
“Intinya, manajemen talenta bukan hanya soal aplikasi, tetapi cara pandang dalam mengelola SDM agar setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat,” ujar Iskandar.
Berdasarkan data Pemkab Bolsel, jumlah ASN saat ini mencapai 2.437 orang, terdiri atas 1.699 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 738 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Struktur jabatan meliputi 34 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 135 jabatan administrator, 104 jabatan pengawas, serta 1.749 jabatan fungsional tertentu.
Dengan komposisi tersebut, pemerintah daerah memandang perlunya sistem manajemen talenta yang mampu memetakan potensi sekaligus menempatkan aparatur sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandar berharap melalui pendampingan BKN, penerapan sistem manajemen talenta dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi guna memastikan implementasi manajemen talenta ASN di Bolsel dapat terlaksana secara optimal.
Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati dalam agenda tersebut antara lain Sekretaris Daerah Marzanzius Arvan Ohy, Asisten III Setda, Kepala BPKPD, Kepala Bappelitbangda, Kepala BKPSDM, serta sejumlah Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Bolsel. (Infotorial)




Discussion about this post