Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolsel · 22 Apr 2020 11:34 WITA ·

Komisi V DPR RI Rapat Virtual dengan Tiga Mitra Kerja, Herson Apresiasi Kemenpupr dan Kemendes Terkait BLT


Komisi V DPR RI Rapat Virtual dengan Tiga Mitra Kerja, Herson Apresiasi Kemenpupr dan Kemendes Terkait BLT Perbesar

JAKARTA – Rapat kerja (Raker) Komisi V DPR RI Selasa (21/4/2020) dengan mitra kerja, Kementrian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementrian Desa PDTT, dilaksanakan secara virtual mulai pukul 13.00 WIB.

Pembahasan terkait dengan realisasi anggaran sampai dengan akhir triwulan satu, Maret 2020 dan realokasi anggaran kementrian tahun anggaran 2020 untuk penanganan pandemi Covid-19.

Anggota fraksi PDI Perjuangan asal Sulawesi Utara, Hi Herson Mayulu SIP menyampaikan dua hal pada raker tersebut. Takni terkait dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan tentang pendamping desa.

“Apresiasi kepada kementerianpupr dan kementrian desa. Meski awalnya banyak aturan yang tumpah tindih sehingga terjadi kebingungan, tapi bersyukur kemendes sudah mengeluarkan aturan terbaru terutama dalam hal masyarakat yang akan menerima bantuan langsung tunai,” kata Herson.

Dikatakan, memang benar ada tumpah tindih data, dan ini sudah biasa di Negara kesatuan kita. Dari sumber data yang ada khusus kemendes lanjut Herson, akan ada pendataan yang dilakukan oleh tim relawan.

“Sehingga terlihat mana yang sudah dapat dan belum, juga mana yang wajib dan tidak wajib. Saya mengingatkan kepada kemendes agar konsisten dalam pengucuran dana ke daerah dan itu harus tepat waktu agar tidak terjadi persoalan-persoalan baru,” ujarnya.

Menyangkut pendamping desa, Herson mengatakan, para pendamping desa juga harus dijaga.

“Sampai saat ini belum terlihat upaya tersebut. Padahal, aktifitas mereka di lapangan, rentan terkena atau terpapar Covid-19. Oleh sebab itu saya berharap ada upaya-upaya dari kementrian desa untuk melindungi pendamping desa dan tenaga ahli,” tukasnya.

Bukan itu saja, Herson juga mengingatkan kementrianpupr tentang dana Rp10 triliun lebih yang diperuntukan pada beberapa program.

“Harus dipisahkan berapa yang sudah tertata di APBN sebelum ada pergeseran dan berapa yang baru ditetapkan. Contoh misalnya program P3TGAI dari sebelumnya berjumlah 6 ribu titik lokasi, setelah pergeseran bertambah 4 ribu titik lokasi,” jelasnya.

Dia berharap satker-satker di Provinsi harus cepat karena program terhitung April sudah harus jalan. Apalagi sekarang sudah akhir April. Sudah harus segera turun kebawah melakukan sosialisasi tentang program ini.

Herson Mayulu juga menyampaikan suport dan dukungannya terhadap Kementerian PUPR yang telah meluncurkan program-program yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. (ahr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bolsel Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bupati Iskandar Hadiri Penyerahan LHP LKPD 2025

29 Mei 2026 - 20:26 WITA

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Trending di Advertorial