
KOTAMOBAGU– Sabtu (10/3/2018) pagi tadi, genap tujuh hari meninggalnya Almarhum Muhammad Muta’al Sabunge (26), warga Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Utal sapaan akrab almarhum, meninggal setelah terseret air deras di sungai Osion Kampung Baru pada 4 Maret lalu. Armarhum saat itu bersama warga membersihkan sampah yang tersangkut di sungai untuk meminimalisasi luapan air di kelurahan itu.
Namun di tengah upayanya saat itu, almarhum terseret air deras dan hilang sekira dua jam setelah akhirnya ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Baca Juga: Dua Jam Hilang Terseret Air Sungai, Nyawa Utal Tak Terselamatkan
Kepergian almarhum untuk selama-lamanya itu meninggalkan kesedihan tak hanya bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga bagi Nayodo Koerniawan. Mantan Ketua KPU Kotamobagu yang kini menjadi calon wakil walikota rupanya punya kenangan baik dengan almarhum.
Karena itu, sejak kabar meninggalnya almarhum hingga kegenapan tujuh hari, Nayodo beberapa kali menyempatkan waktu mengunjungi keluarga.
Pagi tadi, Nayodo datang ke peringatan tujuh hari menggunakan kaos berwarna putih bertuliskan ‘In Memoriam Utal Sanbunge, 1991- 2018’. Nayodo punya alasan tampil beda seperti itu.
Baginya, sosok almarhum telah memiliki tempat khusus sebagai sosok yang ikhlas memberi dukungan selama proses pencalonannya sebagai calon wakil walikota.
“Lebih penting dari itu, almarhum meninggal karena berupaya membersihkan sampah di sungai agar air tidak terus meluap ke pemukiman warga. Ini harusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa membuang sampah di sungai itu dampak buruknya besar. Bahkan bisa menghilangkan nyawa orang lain yang resah dengan itu,” ungkap Nayodo usai menghadiri peringatan tujuh hari almarhum Utal.
Melihat Nayodo yang sangat perhatian kepada almarhum, keluarga tak mampu menahan air mata mereka. Ibu kandung almarhum, Ramlah Padja, mengaku perhatian Nayodo telah menguatkan mereka untuk ikhlas melepas kepergian almarhum selamanya.
“Kami berterima kasih karena Pak Nayodo sangat peduli dan ikhlas berbagi duka atas kepergian anak kami. Semoga Allah memberi balasan setimpal atas perhatian ini,” ucap Ramlah yang tak hentinya meneteskan air mata. (*)



