BOLMONG– Dampak dari banjir dan putusnya jembatan di Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Barat, Sabtu (25/7/2020), sangat dirasakan warga. Terutama yang ada di Desa Doloduo Bersatu.
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) langsung melejit di tingkat pengecer.
Biasanya hanya dijual Rp9 ribu per liter, pengecer kini sudah menjual dengan harga fantastis yakni Rp20 ribu per liter.
Tak hanya BBM, gas LPG 3 kilogram juga harganya sudah mencapai Rp90 ribu per tabung. Padahal harga normalnya Rp19-23 ribu di tingkat pengecer.
Kondisi dimana sulitnya akses mendapatkan BBM dan gas LPG dimanfaatkan pengecer yang memiliki stok.
Warga mengeluh dan melampiaskan kemarahan mereka melalui media sosial. Mereka juga mempertanyakan empati para pengecer BBM dan gas LPG tersebut.
“Baru hari kedua bencana, sudah ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk cari keuntungan besar. Semoga pemerintah memperhatikan masalah ini,” ungkap sejumlah warga Doloduo.
Diketahui, jembatan di Desa Kosio yang putus karena banjir, merupakan akses utama membawa logistik ke wilayah Doloduo dan sekitarnya.
Dengan kondisi seperti ini, sulit untuk transportasi BBM, gas LPG dan kebutuhan lainnya masuk wilayah tersebut. (*)




