Menu

Mode Gelap

Berita Politik

Tak Lagi Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Bolmong, YSM Merasa Lebih Bermanfaat Maju Sebagai Anggota DPR-RI


17 Jan 2024 09:39 WITA


 Tak Lagi Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Bolmong, YSM Merasa Lebih Bermanfaat Maju Sebagai Anggota DPR-RI Perbesar

KRONIK TOTABUAN, Politik – Alasan kenapa Bupati Guhanga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM) tidak kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Bolmong periode kedua akhirnya terkuak.

Perihal tersebut diungkap YSM di depan seluruh relawan, simpatisan dan masyarakat saat hadir di kampanye dialogis nya, di Desa Lolak, Kecamatan Lolak, Rabu (17/1/2024).

Menurut YSM, saat dirinya menjabat Bupati Bolmong Periode 2017-2021, dirinya merasa tidak begitu banyak bermanfaat untuk masyarakat Sulut, lebih khusus kepada masyarakat Bolaang Mongondow.

YSM sedikit bercerita sata dirinya dilantik menjadi anggota DPR-RI pada 2009 silam, dirinya juga dipercayakan sebagai ketua komisi V DPR-RI, dimana mitra kerjanya dalam pemerintahan yakni, Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian Perhubungan, Kementrian Desa dan Transmigrasi, Badan SAR Nasional dan BMKG.

Untuk Kementrian Pekerjaan Umum, terdapat 3 Direktorat Jenderal yang besar, diantaranya Dirjen Bina Marga, Dirjen Sumber Daya Air, dan Dirjen Cipta Karya.

Di kesempatan itu Yasti menggambarkan bagaimana perjuangannya saat menjabat ketua Komisi V itu.

Dari rangkuman pantauan media ini, pada tahun 2010, Yasti menjelaskan, jalan Nasional di wilayah Sulut mendapat anggaran hanya Rp. 263 Miliar, dengan panjang jalan Nasional 1.600 Kilo, termasuk Gorontalo, sehingga mengakibatkan jalan nasional yang ada di Sulut dan Gorontalo hanya 40 persen dalam kondisi mantap.

“Dan saat pembahasan APBN Perubahan, anggaran yang tadinya 263 Miliar, saya perjuangkan naik menjadi 750 Miliar,” jelas Yasti.

Selanjutnya kata Yasti, anggaran tersebut ditempatkan di ruas jalan Kaiya-Kotamobagu, dimana panjang jalan tersebut kurang lebih 33 Kilometer. Dan dilanjutkan di tempat lainnya yaitu jalan Poigar-Kaiya.

“Ruas jalan Poigar itu memang jalan Nasional, namun Kaiya-Kotamobagu itu adalah jalan provinsi. Akhirnya saya naikan status dari jalan Provinsi jadi jalan Nasional supaya bisa diintervensi dengan anggaran APBN,” terang Yasti.

Selanjutnya di tahun 2011, Yasti juga kembali menaikan anggaran yang dari 750 Miliar, menjadi Rp. 1.500 Miliar.

“Anggaran sebesar itu kita tempatkan dengan membangun jalan Pinogaluman-Doloduo. Alhamdulilah di tahun 2012 masyarakat bisa merasakan mulusnya jalan Pinogaluman Doloduo,” jelas Yasti.

Kemudian pihaknya juga melanjutkan pembangunan di jalan Matali-Torosik dengan panjang jalan 47 Kilo, dimana per satu kilometer pembangunan jalan itu memakan anggaran 8 Milliar karena banyaknya pengerjaan cuttingan. Dan lainnya kita ditempatkan di jalan Ring Road di Manado.

Lanjut di tahun 2012, Yasti kembali menaikan anggaran menjadi Rp. 2.500 Miliar untuk jalan Nasional.

“Itu di taruh dimana, kita membangun jalan Kema, Rumbia, Buyat dan Onggunoy, panjangnya lebih dari 170 Kilometer. Dan ini berlanjut, bahkan ada di kepulauan Talaud dan Sangihe, terdapat beberapa jalan yang saya naikan statusnya menjadi jalan Nasional, agar semua bisa merata,” terang Yasti

Bahkan kata Yasti, dirinya tetap membangun jalan Nasional mulai dari Bandara Naha, kemudian turun sampau ke tengah kota dan pinggiran pantai dibangun Boulevard seperti yang ada di Manado.

“Kendati saat itu masih banyak masyarakat Sangihe yang belum mengenal saya, namun saya sadar diri saya adalah wakil rakyat Sulut, dan harus mementingkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Sulut,” tegas Yasti.

Tak berhenti disitu, di tahun berikutnya dia menjabat sebagai ketua komisi V, dirinya kembali menaikan anggaran menjadi Rp. 3.000 Miliar.

“Kita mulai dengan pelebaran jalan ruas Kaiya sampai Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Jadi semua jalan Nasional di Sulut, kita bangun dengan anggaran yang luar biasa besarnya. Dan terakhir saya bersama pak Menteri Pekerjaan Umum menandatangani pembangunan jalan Tol Manado-Bitung, yang hari ini sudah selesai dan bisa dinikmati masyarakat Sulut,” kata Yasti menjelaskan.

Dengan berbagai pencapaian itu, Yasti meminta masyarakat untuk teliti memilih calon wakil rakyat di Senayan yang memiliki rekam jejak yang jelas dan sudah terbukti.

“Itu baru satu Kementrian, jadi kalo memilih wakil rakyat, lihat trek recordnya, sudah berbuat atau belum. Makannya kenapa saya harus kembali lagi ke Senayan, karena hari ini anggaran itu turun hanya 1.800 Miliar. Itu sebabnya saya terpanggil kembali karena tidak ada lagi orang BMR yang mampu memperjuangkan anggaran di pusat,” tandasnya. (Falen)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tangan Dingin Mekal Bawa PDIP Segel 9 Kursi DPRD Kotamobagu

22 Februari 2024 - 19:14 WITA

Mulus Melenggang ke DPRD Sulut, Feramitha Tiffani Mokodompit Tulis Surat Terbuka Untuk Masyarakat BMR

22 Februari 2024 - 18:36 WITA

Cherish Harriette Wanita Cantik Asal BMR Kans Kembali Mengabdi di Senayan

22 Februari 2024 - 17:36 WITA

Bawaslu Kotamobagu Gelar Rakor Pengawasan Logistik Pemilu Tahun 2024

8 Februari 2024 - 19:10 WITA

Kampanye Dialogis di Posigadan, Kamaru: Kontribusi YSM Terhadap Masyarakat Bolsel Begitu Besar

27 Januari 2024 - 23:08 WITA

Ribuan Warga Kotamobagu Selatan Komitmen Menangkan Rio Dondokambey, Mahfud-Ganjar dan Mekal

25 Januari 2024 - 15:24 WITA

Trending di Berita Politik