KRONIK TOTABUAN – Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (22/11/2021), menggelar pelantikan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Boltim, dan dipimpin secara langsung oleh Kapolres Boltim, AKBP, I Nyoman Dewa Agung Surya Negara, SIK, bertempat di Mapolres Boltim.
Baca Juga: Cek di Sini!, Lokasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal Pemkot Kotamobagu
Pelaksanaan pelantikan ini berdasarkan Telegram Kapolda Sulut Nomor : ST/265/X/2021 tanggal 30 Oktober 2021 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Sulawesi Utara sehingga Polres Boltim melaksanakan kegiatan upacara Pelantikan Kasat Narkoba Polres Boltim, IPTU, Ahmad Bastari, S.Sos.
Kapolres Boltim, AKBP, I Nyoman Dewa Agung Surya Negara, SIK dalam sambutannya mengatakan bahwa Sertijab Kasat Narkoba Polres Boltim merupakan satuan fungsi yang baru dibentuk di Polres Boltim.
“Dan saat ini jabatan kesatuannya baru kita lantik bersama dimana satuan Narkoba yang sangat di perlukan oleh Polres Boltim dalam rangka memberantas, mencegah dan menanggulangi peredaran gelap Narkoba, Obat Keras dan minuman keras lainnya yang beredar di wilayah hukum Polres Boltim,” ucap Kapolres.
Dirinya melanjutkan bahwa selain pembentukan satuan fungsi yang kosong dalam suatu organisasi, pelantikan suatu jabatan adalah untuk kebutuhan organisasi sehingga dapat bermanfaat bagi organisasi dimana tugas dan tanggung jawab jabatan ini digunakan sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan, wawasan dan keterampilan.
“Saya mengucapkan selamat bekerja kepada Kasat res Narkoba, tunjukkan loyalitas, dedikasi serta tanggung jawab pada kesatuan ini dengan bekal yang saudara miliki sebelumnya tentunya di sertai dengan semangat yang tinggi sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini Wakapolres Boltim, Kompol Hadisiswoyo Gobel, Kabag SDM Polres Boltim Kompol Drs. Jhony Lantang, para PJU Polres Boltim, para Kapolsek jajaran Polres Boltim serta Perwira dan Bintara Polres Boltim.
Pelaksanaan pelantikan ini juga digelar dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.(retho)



