Berita Bolmong

Topang Perekonomian Daerah Lewat Sektor Pertanian, Direktur Ekonom INDEF Puji Kinerja Bupati Yasti

Topang Perekonomian Daerah Lewat Sektor Pertanian, Direktur Ekonom INDEF Puji Kinerja Bupati Yasti

BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow menjadi satu-satunya pemimpin daerah perempuan yang diundang menjadi narasumber di “Discushe” Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi oleh Tempo Media Grup, Jumat (23/4/2021) melalui virtual.

Selain Bupati Yasti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementrian BUMN, Loto Seinaita Ginting, Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, Ekonomi Indef Enny Sri Hartati, juga turut menjadi narasumber pada acara yang digelar secara virtual melalui kanal Youtube Tempodotco dan live streeming Facebook koran tempo.

Pada live streeming tersebut Bupati Yasti mengungkapkan banyak hal terkait tingkat perekonomian Bolmong di masa pandemi yang diketahui berada pada angka 7,03 persen dari yang sebelumnya 7 persen.

Baca Juga: Bupati Yasti Pembicara di “Discushe” Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi

Angka tersebut tertinggi di Provinsi Sulut dan tertinggi di atas rata-rata Nasional, dimana saat bersamaan banyak daerah-daerah yang mines pertumbuhan ekonominya.

Faktor yang menunjang tingkat ekonomi sebagaimana yang diungkapkan Bupati Yasti tersebut yakni sektor pertanian. Di Bolmong sendiri saat masa pandemi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberikan berbagai stimulus, berupa bantuan bibit dan pupuk kepada petani. Tak hanya petani, Ibu Rumah Tangga (IRT) pun juga turut kecipratan bantuan bibit dan pupuk sayur mayur untuk ditanam di pekarangan rumah.

Selain itu, Pemkab Bolmong juga melakukan optimalisasi lahan pertanian untuk lahan yang belum digarap dengan membuatkan Peraturan Bupati (Perbup).

Di dalamnya bupati meminta agar para kepala desa untuk mendata lahan yang sudah digarap maupun yang belum. Jika ada yang tak digarap, maka Pemkab akan menghubungi pemiliknya untuk dipakai bercocok tanam atau dipinjamkan kepada orang lain untuk ditanami tanaman bulanan.

Perlu diketahui, luas wilayah Bolmong 26 persen dari wilayah Sulut, dan sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Bolmong memiliki 70 ribu lahan perkebunan untuk jagung, 24 ribu lahan pertanian, 50 ribuan lahan untuk kelapa dalam, 5 ribuan holtikultura, dan 7 ribuan hektar kopi, cokelat dan sebagainya.

“Memang bantuan dari Pemerintah Pusat sudah masuk namun masih kurang jika melihat luas wilayah dan jumlah petani yang ada di Kabupaten Bolmong, maka dari itu memaksa kami untuk menguras APBD Kabupaten Bolmong. kita alihkan dari dana pembangunan infrastruktur untuk memberikan bantuan stimulan kepada petani dalam bentuk bibit dan pupuk, kita menjaga supaya tak terjadi kelangkaan pangan disaat pandemi Covid-19,” jelas Yasti.


Dari kiat-kiat yang dijelaskan Bupati Yasti tersebut, mendapat apresiasi dari Direktur Ekonom INDEF Dr. enny Sri Hartati. Menurutnya Bupati Yasti mampu menjawab kesulitan yang tengah dihadapi bangsa.

“Saya sangat apresiasi sekali kepada Bupati Bolmong, Ibu Yasti terkait jiwa leadershipnya yang luar biasa. Ibu Yasti menjawab semua tantangan kita di saat pandemi ini. Menurut saya pertama program yang harus di design yakni apa saja potensi atau peluang yang ada di daerah kita, coba di cek selama pandemi anggaran untuk memprioritaskan sektor pertanian itu hampir tidak ada, tapi ibu Yasti memfokuskan itu,” kata Enny.

“Ini luar biasa, makannya kalu tadi orang-orang pada bingung akan adanya pandemi ini dan tingkat perekonomian bobrok dan turun jauh, terus tiba-tiba ternyata di Bolmong pertumbuhan ekonominya tumbuh sampai 7,03 persen, wah ini bukan hal yang sederhana dan sangat harus diaparesiasi. Inilah yang dinamakan the real leadership, kemampuan untuk memahami persoalan dan kemampuan untuk membuat strategi-strategi yang tepat dan berani mengambil tanggungjawab,” tandas Enny. (len)

.
To Top