Menu

Mode Gelap

Berita Bolmong

Wabup Bolmong Ikut Pengarahan Presiden untuk Penanganan Covid-19


8 Feb 2022 09:11 WITA


 Wabup Bolmong Ikut Pengarahan Presiden untuk Penanganan Covid-19 Perbesar

KRONIK TOTABUAN – Wakil Bupati (Wabup) Bolmong, Yanny Ronny Tuuk, mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo tentang penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (7/2/2022), bertempat di D’Talaga Resto, Kotamobagu.

Wabup Yanny mewakili Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow mengikuti pengarahan bersama Forkopimda.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, pandemi belum sepenuhnya berakhir.

Baca Juga: Pimpin Apel Bersama Pemkab Boltim, Bupati Sachrul Tegaskan Tri Matra Pengabdian ASN

Menurutnya, memasuki tahun 2022 negara Indonesia menghadapi tantangan varian Omicron yang penularannya empat kali lebih cepat dari varian Delta.

“Kalau kita lihat trend kasus Omicron di Indonesia, sampai saat ini 93%   kasus Omicron ada di Jawa dan Bali. Kita patut bersyukur tingkat rawatnya masih rendah,” jelas Jokowi.

Presiden mengimbau, agar kita semua berhati-hati menghadapi kenaikan kasus Omicron.

“Semua harus siap, manajemen detail harus disiapkan, jangan sampai Omicronnya datang, rumah sakit belum siap, oksigen belum disiapkan, obat-obatan belum disiapkan, ISO Tank  belum disiapkan, saya kira yang belum agar segera menyiapkan diri menghadapi gelombang Omicron yang akan masuk,” imbuhnya.

Diketahui, untuk karakter pasien yang dirawat di rumah sakit untuk secara nasional, 66% bergejala ringan dan tanpa gejala, 93% tanpa pengorbit dan 7% dengan komorbid.

Itu sebabnya kata presiden, yang ringan sama yang tanpa gejala prioritaskan yang untuk isoman dan rumah sakit hanya diperuntukan yang sedang sama yang berat dan kritis.

Baca Juga: Realisasi KIA Capai Separuh dari Total Target, Disdukcapil Boltim Optimis Capai Akhir Tahun

“Manajemen ini harus kita siapkan. Tidak semuanya masuk rumah sakit,” jelas Jokowi.

Sementara itu, karakter pasien yang meninggal pada kasus Omicron, yakni 69% belum vaksin lengkap artinya vaksin menjadi kunci bagi penanganan varian Omicron untuk menekan angka kematian.

Percepatan vaksinasi, capaian vaksinasi sangat menentukan. Ini agar Bupati/Walikota dan Gubernur melihat Kota dan Kabupaten mana yang masih di bawah 70%.

Ia meminta, Panglima TNI, Kapolri, Kabin, BKKBN dan seluruh jajarannya Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, Danrem, semuanya melihat angka-angka ini agar dipercepat vaksinasinya utamanya untuk lansia.

“Yang di luar Jawa-Bali juga agar dilihat terutama untuk dosis 2 dan dosis 2 untuk lansia agar dipercepat,” ucapnya.

Ia juga menghimbau Gubernur, Bupati/WaliKota untuk meningkatkan lagi protokol kesehatan. Mempercepat vaksinasi serta agar Satgas Covid-19 kembali menekankan pentingnya protokol kesehatan covid-19. (*)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Mekal Hadiri Pembukaan PORSENIA Milad ke-12 Yayasan Al-Hikmah Mogutat Kotamobagu

28 Februari 2024 - 21:21 WITA

Pimpin Kegiatan Penandatangan Perjanjian Kinerja Pimpinan OPD, Asripan Sampaikan Hal Ini

28 Februari 2024 - 21:02 WITA

Walikota Kotamobagu Buka Kegiatan Pengembangan SDM dan Uji Sertifikasi Profesi Barista

28 Februari 2024 - 20:53 WITA

Hadiri Pelantikan Pengurus Dekranasda Kotamobagu, Ini Arahan Penjabat Walikota

27 Februari 2024 - 15:57 WITA

DPRD Bolsel Gelar Paripurna Dalam Rangka Buka Tutup Masa Sidang 2023-2024

26 Februari 2024 - 16:12 WITA

Tim Resmob Polresta Manado Amankan NB, Terduga Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak

25 Februari 2024 - 19:07 WITA

Trending di Berita Daerah