KOTAMOBAGU– Kotamobagu masuk daerah rawan banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, tahun 2017 wilayah ini 5 kali terkena banjir. Sementara tahun ini baru sekali. Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu Refly Mokoginta, Rabu (21/11/2018).
Refly pun meminta, agar masyarakat lebih waspada. Apalagi yang berada di bantaran sungai. “Kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada. Jika debit air tinggi sebaiknya untuk sementara mengungsi di rumah keluarga yang jauh dari bantaran sungai sambil menunggu air surut kembali,” imbaunya.
Ia pun meminta agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. “Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, juga dimintakan untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di akhir tahun cukup tinggi. Juga, jangan buang sampah sembarangan karena sampah kalau sampai tersumbat, air tidak bisa mengalir di saluran air. Akhirnya mengakibatkan banjir,” jelas kaban.
Refly juga mengimbau, orangtua yang punya anak-anak untuk meningkatkan pengawasan. Jangan sampai anak-anak bermain di sekitaran sungai. “Inikan sudah musim hujan. Kiranya orangtua bisa melarang anak-anak untuk tidak bermain di dekat bantaran sungai, karena bisa saja ada arus deras yang tiba-tiba datang,” tandas Refly. (tr2/vdm)




