Kroniktotabuan.com
Suasana debat kandidat di gedung Bagasa Raya

Suasana debat kandidat di gedung Bagas Raya

KOTAMOBAGU– Debat publik kandidat calon Bupati dan wakil Bupati Bolmong tahap pertama yang digelar KPUD sukses. Debat yang mengangkat tema hukum, politik dan tata pemerintahan digelar di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Selasa (24/1).

Ribuan pendukung pasangan calon Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk (YSM- YRT), serta pasangan Salihi Bue Mokodongan dan Jefri Tumelap (SBM- JiTu) tumpah ruah di luar gedung. KPUD membatasi masing- masing hanya 75 orang pendukung pasangan calon yang bisa masuk ke dalam gedung.

Jalannya debat banyak hal menarik terjadi baik di luar maupun di dalam gedung. Namun paling menarik ketika membahas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bolmong saat ini. Salihi B Mokodongan memaparkan di masa pemerintahannya, IPM Bolmong meningkat di tahun 2014 berada di angka 63 menjadi 65,8 di tahun 2015. Tetapi pemaparan  Salihi tersebut disanggah oleh Yasti Soepredjo Mokoagow.

Menurut Yasti, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) apa yang dipaparkan SBM betul. Tetapi jika dilihat dari rangking, IPM Bolmong tetap paling buncit dibandingkan daerah lain di Sulawesi Utara. “Daerah lain IPM-nya sudah main di angka 70 ke atas. Secara angka IPM Bolmong naik, tetapi secara rangking tetap jauh di bawah yang lain. Ini yang akan menjadi pekerjaan kami, fokus kami,” kata Yasti.

Tak hanya soal itu. Saat moderator menanyakan cara pasangan calon menempatkan pejabat dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terhindari dari pungutan liar (Pungli), Calon Wakil Bupati Jefri Tumelap meberi  jawaban yang sangat umum dan kurang mengena dengan pertanyaan. “Kami akan melihat kinerja pejabat,” kata Jefri.

Baca Juga :  Gita Ratnasari Tuuk Sangat Berpeluang Raih Satu Kursi PDIP di Dapil Lolayan

Sementara dengan pertanyaan yang sama, Yasti dan wakilnya Yanny Ronny Tuuk dengan tegas menyatakan menolak pungli dan menempatkan pejabat yang memiliki integritas, memiliki kemampuan di bidangnya. “Dan tidak berdasarkan pada faktor suka dan tidak suka. Komitmen kami menghadirkan pemerintahan yang baik dan bersih,” tegas keduanya.

Melihat jalannya debat tadi, banyak pihak menyebut pasangan YSM- YRT jauh unggul dalam penguasaan materi.  Pasangan diusung PDIP, PAN, PKS, PKB dan Nasdem ini juga lebih mampu menjawab dengan tepat pertanyaan- pertanyaan moderator. “Faktanya seperti itu. Memang kualitas sumberdaya manusia jadi penentu di debat seperti ini,” sebut sejumlah warga yang hadir dalam debat.

Debat tadi, moderatornya adalah Ridwan Lasabuda. Panelisnya masing- masing Fitri Mamonto, Abdurachman Konoras, dan Ferry Liando. (rez)

To Top