Skip to content
kroniktotabuan.com kroniktotabuan.com kroniktotabuan.com

Berita Terkini hari ini Kronik Totabuan

kroniktotabuan.com kroniktotabuan.com kroniktotabuan.com

Berita Terkini hari ini Kronik Totabuan

  • Berita Trending
  • Nasional
  • Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Trending
  • Nasional
  • Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Berita Bolsel/Lahir dari Ide Kyai Wahab dan Presiden Soekarno, Halalbihalal untuk Penyatuan Bangsa
Berita BolselBerita NasionalBerita Sulawesi Utara

Lahir dari Ide Kyai Wahab dan Presiden Soekarno, Halalbihalal untuk Penyatuan Bangsa

By Retho Bambuena
Juni 12, 2019 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Lahir dari Ide Kyai Wahab dan Presiden Soekarno, Halalbihalal untuk Penyatuan Bangsa
Updated on Juni 13, 2019

BOLSEL – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hi Herson Mayulu, menyampaikan hikmah halalbihalal pada pelaksanaan Gebyar Ketupat di Desa Adow Kecamatan Pinolosian Tengah, Bolaang Mongondow Selatan, Rabu (12/6/2019).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Steven O E Kandouw, Bupati Iskandar Kamaru SPt, Wakil Bupati Dedi Abdul Hamid serta jajaran pejabat pemerintahan daerah bersama ribuan masyarakat.

Dalam hikmah halalbihalal yang disampaikan, Herson Mayulu menceritakan sejarah lahirnya halalbihalal yang hingga saat ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat muslim Indonesia.

Dia menjelaskan, ketegangan maupun konflik yang terjadi di kalangan elit dan mempolarisasi kehidupan masyarakat di alami oleh bangsa Indonesia di setiap perhelatan politik.

Seperti yang terjadi pada tahun 1948. Kala itu, bangsa Indonesia juga dalam ancaman disintegrasi yang disebabkan oleh ulah beberapa kelompok yang melakukan pemberontakan (bughot).

Berangkat dari kondisi politik tersebut, KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) menggagas kegiatan yang diberi nama halalbihalal untuk seluruh tokoh Bangsa atas permintaan Presiden Soekarno.

“Pada saat bulan Ramadhan, Bung Karno berfikir tentang penyatuan Bangsa Indonesia dari berbagai pergolakan yang terjadi di negara kita ini. Dia (Bung Karno) memanggil salah seorang Kyai yang sangat berpengaruh. Dialah KH Abdul Wahab Chasbullah, sipenggagas halal bi halal ini,” papar Herson Mayulu.

Kemudian Kyai Wahab memberikan saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahim karena tak lama lagi pelaksanaan Idul Fitri, dimana seluruh umat muslim disunahkan bersilaturahim.

Lalu Bung Karno menjawab, “Silaturahim kan biasa, saya ingin istilah yang lain,” kata Herson mengulangi kalimat Bung Karno dihadapan ribuan masyarakat Pinolosian Tengah.

“Itu gampang. Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturahim nanti kita pakai istilah halalbihalal,” ujar Herson Mayulu mengisahkan percakapan Kyai Wahab dan Presiden Soekarno saat itu.

Dikatakan Herson, dari saran Kyai Wahab itulah kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahim yang diberi nama halalbihalal.

Akhirnya mereka para tokoh dan elit Bangsa saat itu, bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan Bangsa. Sejak saat itulah istilah halalbihalal gagasan Kyai Wahab bersama Bung Karno lekat dengan tradisi Bangsa Indonesia setiap pasca lebaran Idul Fitri.

Menurut Herson, jika dimplementasikan dalam kondisi sekarang ini, Negara Indonesia termasuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan telah melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak.

Lewat momentum halalbihalal ini, menjadi ajang saling memaafkan sesama manusia sebagai mahkluk yang takut akan Tuhan.

“Kita yang berada disini tidak semuanya sama. Dalam pemilu kemarin tentunya perbedaan pilihan itu sudah menjadi kebiasaan. Lewat halalbihalal ini kita juga harus ikhlas untuk saling menghalalkan. Termasuk yang tidak memilih saya dalam pileg kemarin saya sudah maafkan,” ujar Herson Mayulu disambut tawa dan tepuk tangan masyarakat, tamu dan undangan yang hadir.

Calon Anggota DPR RI periode 2019-2024 terpilih ini juga menambahkan, sebagai Bangsa Indonesia yang hidup ditengah kemajemukan keberagaman suku adat dan agama serta bahasa dan lain sebagainya, harus bangga dengan gagasan halal
bihalal ini dalam bingkai silaturahmi.

“Kita harus berbangga dengan perayaan seperti ini. Karena hanya di Indonesia ada perayaan halalbihalal setelah Idul Fitri. Walaupun Negara Arab Saudi menganut Agama Islam, tapi tidak ada acara halalbihalal setelah lebaran seperti ini,” ujar Herson Mayulu. (ahr)

Tags:

Halalbihalal Soekarno KH Wahab ChasbullahNU Indonesia
Author

Retho Bambuena

Follow Me
Other Articles
Previous

Halalbihalal dan Gebyar Ketupat Bolsel Dihadiri Wakil Gubernur Sulut

Next

Banyak Dikeluhkan Nasabah, DPRD Kotamobagu Hearing BRI

Advertorial

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

Mei 13, 2026 | 11:52 am

Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, secara resmi melepas 48 jemaah calon haji asal Kota Kotamobagu untuk musim haji 1447 Hijriah/2026.Wakil Wali Kota Kotamobagu Lepas 48 Jemaah Calon Haji ke Tanah Suci

April 27, 2026 | 1:15 pm

Wali Kota Weny Gabib Teken Dokumen Kunci Revisi RTRW di Jakarta

April 2, 2026 | 1:17 pm

Wali Kota Wenny Gaib menyampaikan beberapa hal terkait dengan Ramadan 1447 H.Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Sholat Tarawih Perdana di Masjid Agung Baitul Makmur

Februari 18, 2026 | 5:41 pm

Wali Kota Weny Gaib menyampaikan sambutan di HUT ke-116 Kotamobagu.HUT ke-116 Kotamobagu, Wali Kota Weny Gaib Tegaskan Inovasi dan Transformasi Digital

Januari 19, 2026 | 12:26 pm

You May Have Missed

Berita Bolmong Berita Daerah Berita Hukum Headline News

Pemodal PETI Mengkang Warga Tanoyan Utara, Polisi Segera Panggil

Rzha
By Rzha
Juni 6, 2026
Berita Bolmong Berita Daerah Berita Hukum Headline News

Tim Gabungan Polres Kotamobagu dan Polhut Tertibkan Tambang Ilegal di Mengkang, Dua Orang Diamankan, Pemodal Diburu

Rensa
By Rensa
Juni 6, 2026
Berita Daerah Berita Musi Banyuasin

Pemkab Muba Siapkan Penertiban HGU dan Amdal Perusahaan, Bentuk Tim Khusus

Rzha
By Rzha
Juni 2, 2026
Berita Bolsel Berita Daerah Headline News

Bolsel Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bupati Iskandar Hadiri Penyerahan LHP LKPD 2025

Rzha
By Rzha
Mei 29, 2026
Berita Bolsel Berita Daerah

Bolsel Raih WTP ke-12, Pengawasan DPRD Optimal

Rzha
By Rzha
Mei 29, 2026
Berita Daerah Berita Kotamobagu

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

Rzha
By Rzha
Mei 26, 2026
Berita Bolsel Berita Daerah

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

Rzha
By Rzha
Mei 24, 2026
Berita Bolsel Berita Daerah

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

Rzha
By Rzha
Mei 18, 2026
Berita Daerah Berita Hukum Headline News

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

Rzha
By Rzha
Mei 14, 2026
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Visi dan Misi
  • Redaksi
  • Berita Trending
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Beranda
Copyright 2012 - 2026 — kroniktotabuan.com. All rights reserved.