KOTAMOBAGU- Panggung politik selalu menghadirkan kejutan. Itu terjadi dan menjadi perhatian publik Sulawesi Utara (Sulut).
Pada Oktober 2019, salah satu tokoh politik perempuan asal Bolaang Mongondow Raya (BMR), Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), tiba-ttiba menyatakan mundur dari Partai NasDem. Partai tempatnya berlabuh setelah dari PAN.
Mengejutkan karena Partai NasDem, diperjuangkan secara maksimal oleh Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) ini sehingga meraup suara maksimal dan mengalami kenaikan kursi secara signifikan di DPRD.
Baca Juga: Benarkah Yasti Segera Tinggalkan Nasdem dan Gabung PDI Perjuangan?
Pileg 2014 hanya 1 kursi, dan Pileg 2019 menjadi 7 kursi. Prestasi yang tak biasa untuk partai yang sebelumnya tidak pernah masuk 3 besar di Bolmong.
Sejak menyatakan mundur dari NasDem, YSM, di beberapa kesempatannya melempar sinyal ingin bergabung dengan PDI Perjuangan. Partai yang mengusungnya menjadi bupati pada Pilkada serentak tahun 2016.
Namun sampai saat ini belum ada kepastian. Apakah YSM sudah menjadi kader “Banteng” atau belum.
Sisi menarik dari mundurnya YSM adalah tidak secara otomatis diikuti oleh Walikota Kotamobagu Tatong Bara (TB).
TB merupakan kompatriotnya utama YSM dalam dunia politik di BMR dan Sulut secara umum. Sejak dulu keduanya tak pernah terpisah dan selalu seiring seirama dalam langkah dan sikap politik.
Baca Juga: Yasti Hengkang, Tatong: Saya Tetap NasDem
Sejak di PAN mereka bersama dan menapaki karir sampai sukses. Ketika PAN tak cocok lagi untuk keberlangsungan politik mereka, YSM dan TB sama-sama lompat ke Partai NasDem.
Namun sekarang, YSM dengan bulat menyatakan keluar dari NasDem, TB dalam beberapa kesempatannya secara tegas pula menyatakan masih tetap sebagai kader Partai NasDem.
Tentu langkah politik kedua politisi perempuan ini terus menarik diikuti. Apakah ke depan mereka akan satu lagi dalam rumah perjuangan bernama partai politik yang sama, ataukah sikap berbeda sekarang akan terus berlanjut. (zha)




