Berita Bolmong

Tanaman Porang Bisa Hidup di Lahan Pekebunan Sawit

Tanaman Porang Bisa Hidup di Lahan Pekebunan Sawit

BOLMONG – Tanaman porang kini menjadi salah satu tanaman alternatif dalam menjaga ketahanan pangan.

Seperti halnya di Desa Babo, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sebagian petani sudah mulai membudidayakan tanaman ini.

Penanaman porang sendiri mulai dikembangkan oleh PT. Karunia Kasih Indah (KKI), Agricore Group yang bergerak di bidanh kelapa sawit yang bekerjasama dengan masyarakat maupun petani lokal.

Suyono dari PT KKI mengatakan telah merencanakan pengembangan tanaman porang secara tumpangsari dengan pohon sawit jauh sebelum harga porang naik.

“Asumsi sebagian orang, lahan di perkebunan sawit itu tidak bisa difungsikan, tapi nyatanya kita bisa fungsikan dengan menanam porang yang punya nilai jual tinggi,” kata Suyono.

Baca Juga: Yasti: Selamat untuk Bupati dan Wabup Boltim

Saat ini pun banyak masyarakat khususnya petani jagung yang mulai menanam porang di antara tanaman sawit dengan memanfaatkan bibit yang diambil dari pinggiran hutan.

“Bahkan, ada juga yang membeli secara swadaya maupun bantuan dari perusahaan,” kata dia.

Lebih lanjut, Suyono menjelaskan porang dapat diolah menjadi tepung. Sama halnya dengan tepung berbahan baku singkong, tepung porang juga dapat digunakan untuk membuat aneka makanan.

Petani yang sudah menanam tanaman porang dalam satu musim tanam, enam sampai delapan bulan sudah bisa menikmati hasil panennya berupa bibit baru atau disebut katak.

Baca Juga: Profil Sam Sachrul Mamonto, Mantan Wartawan yang Kini Jadi Bupati Boltim

Dalam satu batang porang itu bisa menghasilkan minimal tiga bibit atau katak.

“Jadi cukup sekali beli bibit selanjutnya dapat dihasilkan bibit baru tiga kali lipat berupa biji katak, selain itu, pada musim tanam kedua atau dua tahun, biasanya bibit yang berasal dari katak ini sudah bisa di panen,” tutur dia.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang menanam porang agar tidak memotong pelepah tanaman sawit. Sebab akan menghambat pertumbuhan sawit itu sendiri.

Secara sosial kebun sawit milik PT KKI di Desa Babo sudah sangat bagus masyarakat bisa kerja sama dengan baik dengan perusahaan. “Sekarang masyarakat sebagian tanam jagung dan sudah mulai tanam porang,” jelas dia.

Ia juga menambahkan, pihak perusahaan juga akan membeli porang tersebut jika sudah panen dengan kesepakatan jual.

“Kalau petani mau kita langsung yang beli dengan kesepakatan harga,” tutupnya.(len)

To Top