Menu

Mode Gelap

Berita Hukum

ADM Minta Maaf kepada Masyarakat Sulut  


8 Okt 2017 01:09 WITA


 Aditya Anugrah Moha mengenakan rompi orange  saat meninggalkan kantor KPK. (foto: detik.com) Perbesar

Aditya Anugrah Moha mengenakan rompi orange saat meninggalkan kantor KPK. (foto: detik.com)

Aditya Anugrah Moha mengenakan rompi orange saat meninggalkan kantor KPK.

JAKARTA – Aditya Anugrah Moha atau lebih dikenal luas dengan panggilan ADM resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka penyuap, Sabtu (7/10/2017) malam. ADM tak sendiri, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara (Sulut) Sudiwardono juga menjadi tersangka penerima suap.

Setelah menjalani pemeriksaan panjang, Minggu (8/10/2017) dinihari, ADM dan Sudiwardono akhirnya ke luar dari kantor komisi antirasuah. Keduanya mengenakan rompi orange khas tahanan KPK.

Dilansir detik.com, ADM ke luar dari kantor KPK sekira pukul 00.56 WIB. Sebelumnya sekira pukul 00.40 WIB, Sudiwardono lebih dulu ke luar. Mereka langsung digelandang ke rumah tahanan KPK.

Sebelum meninggalkan kantor KPK, ADM kepada wartawan mengakui perbuatannya.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Sulut khususnya Bolaang Mongondow Raya,” ungkap ADM.

Dia melakukan itu demi menyelamatkan ibunya, Marlina Moha Siahaan yang sedang banding di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. Marlina Moha divonis lima tahun penjara.

“Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat. Saya berjuang saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu,” ucapnya sebelum masuk ke mobil tahanan.

Aditya Moha yang juga anggota DPR itu ditangkap KPK dalam upayanya menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono. Aditya ingin membebaskan ibundanya, Marlina Moha, yang sudah divonis lima tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado.

“Diduga pemberian uang terkait dengan penanganan perkara banding dengan terdakwa Marlina Moha Siahaan, Bupati Bolaang Mongondow 2011-2016 dan 2006-2011 untuk mempenaruhi putusan banding dalam perkara tersebut, serta agar penahanan terhadap terdakwa tidak dilakukan,” kata kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).

(detiknews/tim/vdm)

 

Komentari
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Warga Atoga Timur Antusias Ikuti Kegiatan Jumat Curhat Polres Boltim

27 Januari 2023 - 15:39 WITA

Hampir 2 Tahun Cabuli Anak di Bawah Umur, Kepala Panti Asuhan di Lolak Ditahan Polda Sulut

19 Januari 2023 - 14:30 WITA

300 Liter Captikus Disita Sat Resnarkoba Polres Bolsel di Posigadan

18 Januari 2023 - 10:16 WITA

Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman dan Pemerasan Bermodus Pinjol, Kapolda Sulut: Laporkan Jika Mengalami!

10 Januari 2023 - 10:36 WITA

Polres Kotamobagu Ungkap Kasus Pencurian Traktor, Ini Identitas 7 Pelaku yang Diamankan

7 Januari 2023 - 12:17 WITA

Masa Penahanan Ferdy Sambo Cs Habis 9 Januari

4 Januari 2023 - 11:27 WITA

Trending di Berita Hukum