Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua LO JaDi- Jo Ditahan di Polres   - Kronik Totabuan

Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua LO JaDi- Jo Ditahan di Polres  

 

KOTAMOBAGU– Kasus dugaan pemalsuaan tanda tangan warga untuk kepentingan syarat dukungan calon independen pada Pilwako Kotamobagu, Jainuddin Damopolii- Suharjo Damopolii (JaDi-Jo), memakan korban.

Dua orang Liaison Officer (LO) JaDi-Jo ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Keduanya adalah AG alias War dan F alias Fua.

Keduanya menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Gakumdu sejak siang tadi dan langsung dilakukan penahanan.

AG dan FS merupakan LO yang mengumpulkan kopian KTP warga di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur dan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, untuk kepentingan memenuhi syarat dukungan JaDi-Jo ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun keduanya diduga memalsukan tanda tangan warga yang KTP mereka dikumpul tanpa sepengetahuan. Warga yang mengetahui KTP mereka digunakan untuk pasangan independen dan tanda tangan mereka dipalsukan melapor ke Panwaslu.

Laporan itu kemudian diproses Panwaslu dan diteruskan ke Gakumdu hingga akhirnya keduanya ditetapkan tersangka.

Ketua Panwaslu Kotamobagu Musly Mokoginta mengatakan, penahanan tersebut dilakukan sebagai langkah penindakan terhadap dugaan kasus pemalsuan tanda tangan dukungan kepada bakal pasangan calon.

“Dua alat bukti masing-masing formulir B1 KWK yang juga adalah fomulir dukungan, serta keterangan saksi sudah dikantongi. Mereka juga sudah diperiksa oleh penyidik dari Polres Bolmong yang tergabung dalam Gakumdu, dimana salah satu di antara mereka telah mengakui melakukan perbuatan tersebut,” katanya.

Penahanan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan lanjutan yang akan dilakukan oleh Sentra Gakumdu Panwaslu Kotamobagu.

“Ini semua kita proses berdasarkan laporan masyarakat. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Seluruh proses ini sesuai dengan regulasi yang berlaku,” paparnya.

Musly mengatakan pihaknya akan terus menseriusi dugaan pemalsuan tanda tangan terhadap dukungan bakal pasangan calon perseorangan tersebut.

“Ada banyak laporan yang masuk,semuanya sementara kita proses,” pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, kedua tersangka sudah berada di Mapolres Bolmong dan sejumlah kerabat tampak mendatangi kantor Mapolres.(vdm)

COMMENTS

WORDPRESS: 0