Akun Penghina Nabi Muhammad Dilaporkan ke Polres Bolmong - Kronik Totabuan

Akun Penghina Nabi Muhammad Dilaporkan ke Polres Bolmong

Majelis Dzikir Ittihadul Ummat Nuangan melaporkan akun Facebook yang diduga menghina Nabi Muhammad ke Polres Bolmong.

KOTAMOBAGU– Penyalahgunaan media sosial (medsos) untuk menyebar kebencian dan isu suku, ras dan agama (SARA) masih terus terjadi.

Puluhan anggota Majelis Dzikir Ittihadul Ummat Nuangan, Boltim, Kamis (11/1/2018), mendatangi Mapolres Bolmong untuk melaporkan oknum yang menggunakan akun palsu bernama Jack’s di Facebook. Pengguna akun ini diduga menistakan agama Islam dengan menghina Nabi Muhammad.

“Akun itu melakukan penistaan terhadap agama Islam. Secara terang-terangan menghina Nabi Muhammad SAW. Saya menginstruksikan anggota majelis dan ummat muslim untuk membuat laporan di kepolisian agar tidak ada lagi orang yang berani menghina Nabi Muhammad SAW di negeri ini, khususnya di Sulawesi Utara,” ujar pimpinan Majelis Dzikir Ittihadul Ummat Muhammad SAW, Habib Umar Bin Ali Assegaf, kepada Kronik Totabuan di kantor Mapolres Bolmong.

Ia berharap oknun-oknum yang dengan sengaja menyebar isu dan melakukan penghinaan tersebut dapat diberikan hukuman sebagai efek jerah.

Insya Allah pihak kepolisian akan menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai undang-undang yang berlaku. Bagi siapa saja di negeri ini yang menghina Nabi Muhammad SAW, maka wajib dihukum,” kata Assegaf.

“Insha Allah kasus ini bisa diselesaikan oleh pihak berwajib. Saya mengimbau kepada semua umat beragama agar menjaga toleransi di Sulut, dan menjaga stabilitas, kedamaian dan kesejukan di Sulut,” pungkasnya.

Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan, SIK melalui Kasubag Humas AKP Syaiful Tamu, membenarkan laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan akan kami segera tindaki. Saat ini kami melalukan penyelidikan terhadap pengguna akun tersebut,” ujarnya.

“Kami setiap saat melakukan patroli cyber di media sosial dan sedang dikonsultasikan dengan tim cyber Polda Sulut untuk mencari dan menemukan akun palsu dimaksud. Jika cukup bukti, pasti akan diproses karena termasuk melanggar undang-undang ITE,” pungkasnya. (rza)

COMMENTS

WORDPRESS: 0