BOLSEL – Terkait dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang disampaikan Bupati Bolaang Mogondow Selatan (Bolsel), Hi Iskandar Kamaru SPt tentang perpanjangan libur sekolah bagi TK sampai SMP hingga 29 Mei 2020 mendatang, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi yang benar tentang pencegahan.
Menurut Bupati, peran orang tua atau wali murid untuk menjelaskan kepada anak didik, situasi saat ini, sangat penting dilakukan. Sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara dan tetap belajar di rumah.
“Berikan pemahaman kepada anak-anak di rumah, terkait situasi saat ini dan kenapa mereka diliburkan dari sekolah. Agar mereka juga dapat menerima situasi saat ini,” kata Iskandar, Selasa (07/4/2020).
Dilanjutkannya, libur kali ini bukan sebagaimana waktu liburan di hari-hari sebelum ada pandemi Covid-19. Anak-anak harus tetap di rumah dan belajar.
“Ingat ini libur khusus untuk memutus mata rantai penyebaran. Jangan sampai ada orang tua yang mengajak anak ke tempat wisata,” tegasnya.
Dilanjutkannya, orang tua harus memonitor aktivitas anak di rumah khususnya waktu pembelajaran dalam jaringan (Daring).
“Pastikan anak belajar sesuai target pencapaian sekolah melalui pembelajaran daring. Kami juga meminta, para orang tua proaktif dan disiplin dalam pencegahan virus covid-19 sesuai dengan protokol pencegahan yang ditetapkan pemerintah, agar kedisiplinan itu bisa diikuti para anak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Disdik Rante Hattani mengatakan, perpanjangan libur sekolah termuat dalam Surat Edaran Bupati nomor 100/291/III/2020/sekr, tentang kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bolsel.
“Libur sekolah diperpanjang mulai 1 April hingga 29 Mei 2020. Waktu yang ditetapkan ini, bisa saja kembali diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan darurat bencana,” kata Rante.
Dikatakannya lagi, penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat sehingga kesehatan lahir batin siswa, guru dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Meski sekolah diliburkan, namun para peserta didik tetap belajar di rumah melalui pembelajaran daring.
“Siswa, tetap dibebankan penuntasan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Siswa juga, difokuskan pada kecakapan hidup khususnya terkait pandemi virus Covid-19. Bukti dan produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dari guru tanpa memberi skor kuantitatif,” kuncinya. (ahr).




