Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 30 Agu 2021 19:30 WITA ·

Kepala Desa Ambang II Diduga Masuk Penerima BST, Warga Protes


 Kepala Desa Ambang II Diduga Masuk Penerima BST, Warga Protes Perbesar

KRONIK TOTABUAN – Sejumlah warga Desa Ambang, Kecamatan Bolaang Timur, melakukan aksi protes di kantor desa setempat, Senin (30/8/2021).

Warga protes karena Kepala Desa Ocniel Pudi diduga masuk penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tahun 2021.

Selain itu, warga juga menuntut pertanggungjawaban kepala desa atau pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT), pemindahan paksa warga, serta penghapusan nama warga dari berbagai bantuan.

Dalam aksinya, warga juga menyegel kantor desa.

Aliansi masyarakat yang melakukan penyegelan tersebut menyebut, aksi itu merupakan buntut dari berbagai masalah yang terjadi di desa itu.

“Kami aliansi masyarakat datang meminta pertanggujawaban sangadi (kepala desa) atas sejumlah masalah, yaitu pemotongan BLT, pemindahan paksa warganya, hingga terbukti menerima BST dan menghapus warga lain yang layak menerima,” ucap sejumlah warga.

Baca Juga: Ibu Hamil di Bolmong Mulai Didata untuk Divaksin

Warga menemukan bukti bahwa kepala desa menerima BST langsung dari website Kemensos lewat cek bansos.kemensos.go.id.

Di situ tertulis jelas nama Ocniel Pudi telah menerima dana BST periode Mei-Juni tahun 2021 sebesar Rpp600 ribu, sementara syarat penerima BST Kemensos 2021 yakni diberikan kepada mereka yang kehilangan pekerjaan akibat dari pandemi covid-19.

Kepala Dinas Sosial Bolmong, Abdul Haris Bambela menegaskan, pihaknya akan kembali melakukan kroscek data penerima BST.

“Akan dicek, dugaan saya nama kepala desa disisip kemudian diusulkan dari desa dan diinput lewat aplikasi,” kata Bambela.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Ambang II Ocniel Pudi telah dilakukan namun, tidak berhasil.

Terpisah, Camat Bolaang Timur Supriyadi Dilapanga pun sangat menyayangkan insiden tersebut. Ia juga meminta kepada aliansi masyarakat untuk dapat menahan diri, dengan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat yang lain.

“Silahkan melakukan unjuk rasa, tapi jangan menyegel kantor desa. Kasihan masyarakat lain yang ingin mengurus dokumen kependudukan, akhirnya terlhalang” kata Dilapanga. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Bupati Bolsel Hadiri Pelantikan Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Sulut

4 Mei 2026 - 19:20 WITA

Bhayangkara Fun Run 2026 Jadi Magnet Olahraga, Sekayu Dipadati Pelari dari Berbagai Daerah

4 Mei 2026 - 13:30 WITA

HUT ke-20 Pinteng, Bupati Tegaskan Peran Strategis dalam Lahirnya Bolsel

28 April 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Bolsel Percepat Legalitas Tanah Rakyat, Gelar Rakor Inver PPTPKH

23 April 2026 - 14:12 WITA

Bolsel FC dan Persma 1960 Terima Bonus Usai Lolos Liga 4 Nasional

21 April 2026 - 18:52 WITA

Trending di Berita Bolsel