• Berita Terbaru Sulawesi Utara, Totabuan, Indonesia – KronikTotabuan.com
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
kroniktotabuan.com
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
No Result
View All Result
kroniktotabuan.com
No Result
View All Result
Home Berita Kotamobagu

Komoditi Kemiri Kotamobagu Menjanjikan

by Rensa
September 30, 2019
in Berita Kotamobagu
A A
0
Kemiri, Komoditi Menjanjikan di Saat Musim Kemarau
502
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

KOTAMOBAGU– Menjadi Komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) andalan para petani di Bolaang Mongondow Raya (BMR), buah kemiri banyak menjadi salah satu sumber penghasilan di Kota Kotamobagu. Di Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat, misalnya, sekitar 50% rumah tangga petani mengelola lahan  perkebunan palawija dan diselingi dengan ditanami kemiri.

Saat panen, warga sekitar turut ikut merasakan dampaknya, dengan menjadi tukang untuk memisahkan isi kemiri dengan kulitnya. “Dalam satu kilo gram itu mereka kami bayar Rp1.500 Ribu. Nah dalam sehari itu biasanya mereka mampu mengupas kulit kemiri lebih dari 50 hingga 70 Kg,” kata Daeng, pengusaha kemiri di kelurahan ini, Minggu (29/9/2019).

RelatedPosts

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Pemkot Kotamobagu Tegaskan Penjual Minuman Beralkohol Wajib Kantongi Izin Resmi

Pemkot Kotamobagu Gelar Rapat Bersama Forkopimda Bahas Persiapan Rakornas

Selain Mongkonai, banyak warga Kotamobagu yang memiliki perkebunan kemiri di luar wilayah Kotamobagu. Sehingga, produksi termasuk jual-beli kemiri di Kotamobagu cukup tinggi. Berdasarkan pantauan Totabuan.News, 80 % petani kemiri masih menjual kemiri dalam bentuk utuh. Sedangkan 20% rumah tangga petani lainnya yang telah menjual kemiri hasil pengolahan dengan menggunakan teknologi sederhana.

Kurangnya, pengetahuan teknologi menjadi salah-satu penghambat para petani memasarkan kemiri, setidaknya, itu yang dikatakan Kepala Urusan Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Desa Bilalang II, S.O Mokoginta.

“Kebetulan saya juga mendampingi masyarakat dan sempat punya perkebunan Kemiri. Penjualannya, dari sini ke pasar, di drop ke Gorontalo, terus ke Surabaya. Nah, di Surabaya inilah yang biasanya, Kemiri ditambah tepung pengawet dan siap didistribusikan ke semua daerah, termasuk Bitung,” ungkapnya.

Baca Juga  APBD 2026 Kotamobagu Deadlock, TAPD dan DPRD Gelar Rapat Fasilitasi di Kantor Gubernur

Lemahnya teknologi, lanjutnya, membuat Kotamobagu ‘kecolongan’ dalam hal promo dan publikasi. “Kan setelah di Gorontalo, akan diberi label Gorontalo, jadi dipasaran akan dikenal sebagai Kemiri Gorontalo, padahal pohonnya di sini,” tandasnya.

Terpisah, Dian Mokoginta, salah seorang petani Kemiri mengaku penghasilkan dari bertani Kemiri, bisa menyekolahkan anak. “Lamaian, perkilonya bisa dijual Rp. 23.000,00 sampai Rp.28.000,00 bahkan kadang tembus dikisaran Rp

30.000,00. Perbulannya bisa mencapai 2 jutaan lebih. Dari sinilah, saya menyekolahkan, bahkan menguliahkan anak saya sampai semester 6,” singkatnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop dan UKM) Herman Aray, mengatakan, akan mencari terobosan, agar bisa menginisiasi agar kemiri mempunyai nilai jual yang lebih baik.

Dirinya mengatakan, akan berkoordinasi dengan instansi terkait, guna kejelasan kepemilikan produksi kemiri. “Ya nanti saya akan koordinasikan dengan Perindustrian, agar bagaimana caranya, supaya kemiri ini, bisa dikemas dengan menggunakan label Kotamobagu, tidak lagi menggunakan label daerah atau provinsi lain,” pungkasnya. (tnw)

Tags: kemiri kotamobagu
Rensa

Rensa

Next Post
Tak Lagi Ditakuti, MU Tinggal Sejarah

Tak Lagi Ditakuti, MU Tinggal Sejarah

  • 33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinggal Tunggu Pergub, Dikda Sulut Jamin TPG 13 dan THR TPG 2025 Segera Dibayarkan ke Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS, Para Guru Laporkan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Korupsi di Bawaslu Kotamobagu, Penyidik Temukan Rp300 Juta untuk Beli 100 Buku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Kasus Hibah GMIM Berakhir, Ini Putusan Lengkap untuk Lima Terdakwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Logo Utama
Logo Dewan Pers
Dewan Pers
No: 1014/DP-Verifikasi/K/V/2022 Verified
Logo AMSI
Anggota AMSI
No Result
View All Result
  • Harga Emas Hari Ininew
  • Live StreamingTV
  • Klasemen Sepak Bolanew
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • RSS KRONIKTOTABUAN
  • Karir
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Survei Pembaca

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

No Result
View All Result
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In