Berita Daerah

Manado Banjir Lagi, Warga Ramai-Ramai Minta Bantuan

Manado Banjir Lagi, Warga Ramai-Ramai Minta Bantuan

MANADO – Hujan yang terus mengguyur Kota Manado dan sekitarnya beberapa hari terakhir membuat beberapa daerah di Manado mulai terendam banjir.

Dikarenakan debit air di sungai Tondano dan Sawangan semakin tinggi serta aliran air di saluran air dan selokan ketinggian air juga semakin tak terbendung.

Hal tentu membuat warga semakin panik dan khawatir akan bencana yang yang semakin parah, bahkan banyak sekali postingan yang dibagikan di media sosial bernada meminta bantuan kepada pihak terkait utnuk menyelamatkan mereka dari ancaman banjir.

Baca Juga: Meski Pandemi, Pemidahan Ibukota Sudah Tahap Finalisasi

Bahkan di beberapa video warga terkait banjir dan longsor gencar dibagikan di media sosial. Hal ini termasuk saran dari para pengguna jalan agar tak melewati jalan dan kawasan tertentu agar tak terjebak banjir.

Sementara itu Polsek Urban Malalayang meminta masyarakat agar mengindari jalan Kayu Bulan Malalayang karena aspal jalan sudah terangkat karena derasnya air. Begitu pula akses jalan menuju Desa Sea tepatnya di Kelurahan Malalayang Satu Barat mengalami kerusakan karena aspal jalan terbawa arus air.

Diketahui tanah longsor juga terjadi di jalan raya Manado-Tomohon tepatnya di Pineleng dekat jembatan Lota. Warga diingatkan untuk berhati-hati terutama yang hendak ke Kota Tomohon dan Minahasa.

Baca Juga: Berkunjung Ke Warkop Jarod, BRANI Berikan TV Untuk Fasilitas Nobar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sam Ratulangi sendiri terus mengingatkan bahaya banjir dan tanah longsor. BMKG tak henti mengingatkan cuaca ekstrem provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Akibat dari cuaca ekstrem beberap hari belakangan kita harus tetap waspada dan kondisi ini dapat meluas ke wilayah  Bolmong Timur bagian utara. Dan diperkirakan masih bisa berlangsung hingga pukul 19:45 Wita,” kata Prakirawan BMKG Sam Ratulangi, Astrid Yesica Lasut.(tim)

To Top