Berita Bolmong

Pertumbuhan Ekonomi Bolmong Turun

Pertumbuhan Ekonomi Bolmong Turun

BOLMONG – Akibat dampak Covid-19, angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistk (BPS), tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Bolmong berada pada 7,84 persen, dan menurun tinggal 0,8 persen di tahun 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi program TPAKD oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (6/4/2021).

Tahlis berujar, selama pandemi Covid-19, banyak sekali permasalahan yang dihadapi Pemerintah Daerah, berbagai upaya telah dilakukan, terutama menjaga agar kesejahteraan masyarakat tetap meningkat, atau menjaga supaya tak ada peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Bolmong.

Baca Juga: Begini Syarat dan Cara Daftar Agar Dapat BLT UMKM di Bolmong

“Dari 7,84 persen di tahun 2019 dan tercatat tertinggi di Sulut angka pertumbuhan ekonominya, kini mengalami perlambatan hingga menjadi 0,8 persen berdasarkan hasil rilis dari BPS. Tapi angka ini masih plus jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah mines,” jelas Tahlis

Kendati begitu, Sekda Tahlis pun mengungkap ada 2 sektor unggulan di Bolmong yakni Sektor Perikanan dan Pertanian yang menurutnya maupun menunjang pertumbuhan ekonomi di Bolmong.

“Walaupun angkanya sangat kecil, setidaknya 2 sektor ini yang berpotensi mampu menunjang terjadinya pertumbuhan ekonomi di Bolmong. Di wilayah Pantai Utara (Pantura) atau masyarakat pesisir pantai di 5 Kecamatan di Bolmong, sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan, sementara di wilayah lainnya rata-rata pendapatan masyarakatnya melalui sektor pertanian, khusus ada beberapa kecamatan yang bergerak di bidang holtikultura,” kata Tahlis menjelaskan. (len)

To Top