Menu

Mode Gelap

Berita Hukum

Suap ‘Selamatkan Ibu’, Begini Pendapat Pimpinan KPK


9 Okt 2017 01:59 WITA


 Saut Situmorang Perbesar

Saut Situmorang

Saut Situmorang

JAKARTA – KPK menetapkan anggota Komisi XI DPR Aditya Anugrah Moha atau ADM yang berusaha ‘menyelamatkan’ ibunya, Marlina Moha lewat jalan menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono sebagai tersangka. Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan yang salah tentu harus diganjar, tidak peduli jika suap dilakukan untuk menyelamatkan keluarga sekalipun.

“Menolong seseorang terdekat yang harus dihukum/terbukti salah; walau itu keluarga sendiri harus kita hilangkan dari negeri sendiri. Sesuai hukumannya, saudara sendiri pun kalau salah ya harus diberi ganjaran. Isunya kan keadilan di situ,” tegas Saut lewat keterangan tertulis kepada detikcom, Minggu (8/10/2017) malam.

Dia kemudian mencontohkan, sama halnya seperti orang tua yang mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan ‘jalan belakang’. Upayanya ini sama saja mengotori nilai integritas anak.

“Dari sisi orang tua kalau ingin negeri baik, mengapa harus memaksakan anak masuk sekolah yang disebut favorit, tapi mengotori setitik nilai integritas pada anak, yang dalam jangka panjang tidak membangun integritas bangsa ini,” ucap Saut mengumpamakan.

“Jangan harap negara ini akan cepat pulih kalau kita terus saja KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Kita perlu mengingatkan TAP MPR No VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa yang bebas KKN, masih berlaku loh,” pungkasnya.

Marlina Moha Siahaan (MMS) telah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manado terkait kasus korupsi APBD. MMS adalah Bupati Bolaang Mongondow dua periode berturut-turut mulai 2006-2011 dan 2011-2016.

Suap yang diberikan Aditya ke Sudiwardono dalam rangka menyelamatkan Marlina dengan dua tujuan. Yaitu agar tidak dilakukan penahanan terhadap Marlina Moha dan untuk mempengaruhi putusan banding.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) Jumat (6/10) KPK mengamankan SGD 64 ribu. Namun, diduga total commitment fee sebesar SGD 100 ribu dalam kasus ini. OTT dimulai saat penyerahan uang suap terjadi di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat dari Aditya kepada Sudiwardono.
(detiknews/vdm)

sumber: detik.com

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemilu di Sulut Berjalan Damai, Kapolda Ucapkan Terima Kasih

25 Februari 2024 - 19:10 WITA

Tim Resmob Polresta Manado Amankan NB, Terduga Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak

25 Februari 2024 - 19:07 WITA

Polisi Dalami Kasus Promosi Judi Online Nikita Mirzani

23 Februari 2024 - 13:46 WITA

Polres Kotamobagu Siapkan Layanan Call Center 110, Kapolres Imbau Masyarakat Gunakan dengan Bijak!

23 Februari 2024 - 13:42 WITA

Pelaku Curanmor Diringkus Reskrim Polsek Sekayu

20 Februari 2024 - 07:37 WITA

Wujudkan Zona Integritas, Ini Langkah Kanwil Kemekumham Sumatera Utara

6 Februari 2024 - 19:47 WITA

Trending di Berita Daerah