Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Trembesi Akan Diganti dengan Sirsak


21 Feb 2017 10:42 WITA


 Pemkot berencana mengganti seluruh pohon peneduh yang rawan tumbang seperti ini dengan tanaman Sirsak.  Perbesar

Pemkot berencana mengganti seluruh pohon peneduh yang rawan tumbang seperti ini dengan tanaman Sirsak.

 

Pemkot berencana mengganti seluruh pohon peneduh yang rawan tumbang seperti ini dengan tanaman Sirsak.
Pemkot berencana mengganti seluruh pohon peneduh yang rawan tumbang seperti ini dengan tanaman Sirsak.

KOTAMOBAGU–  Angin kencang disertai hujan lebat sering terjadi dalam sebulan terakhir mengakibatkan banyak pohon peneduh di Kotamobagu tumbang. Meski belum ada korban jiwa namun sudah ada kerugian materi terjadi. Hal ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) melalui dinas terkait karena pohon tumbang sudah menjadi juga momok bagi warga.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Wilayah Permukiman (DPKWP) Kotamobagu, Imran Amon mengatakan, pihaknya bakal menebang pohon yang sudah tua. Semua pohon yang ditanam di pinggir jalan akan diganti. “Pohon jenis trembesi itu adalah jenis pohon yang akarnya tidak dalam, sehingga sangat mudah tumbang. Pohon jenis ini sangat berisiko saat musim penghujan dan angin kencang,” kata Imran, Selasa (21/2).

Imran mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan beberapa antisipasi dengan cara memotong bagian pohon yang rawan tumbang ke jalan. Data pohon pendeduh di wilayah mana saja yang masuk kategori sangat rawan telah dikantongi

“Saat ini perlahan kita melakukan penebangan sekaligus penggantian pohon peneduh. Pohon Trembesi yang sudah berumur tua diganti dengan tanaman Sirsak. Beberapa wilayah sudah ditanami tanaman jenis ini. Perlahan kita lakukan penyeragaman. Tanaman sirsak cocok untuk peneduh, sekaligus memberikan manfaat yang banyak bagi warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu Gulimat Mokoginta mengimbau, kondisi seperti saat ini dimana hujan disertai angin kencang masih terjadi, warga diminta tidak sembrangan memarkir kendaraan di bawah pohon peneduh.

“Hindari juga aktivitas di bawah pohon.  Saat ini pemkot belum ada Peraturan Daerah (Perda) atau kebijakan yang mengatur tentang pemberian ganti rugi kepada korban yang terkena pohon tumbang,” kata Gulimat. (rez)

 

Komentari
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wakili Gubernur Olly Dondokambey,  Pj. Walikota Tutup Kegiatan MTQ ke-2024

16 Juni 2024 - 11:22 WITA

Pantau Stok Harga Pangan Jelang Idul Adha, TPID Bolmong Lakukan Sidak

14 Juni 2024 - 14:16 WITA

Waduh! Komplotan Debt Collector NSS Tarik Paksa Motor Warga Kotobangon

14 Juni 2024 - 07:12 WITA

Pj. Walikota Kotamobagu Sebut Sampaikan Pemkot Dukung Peningkatan Kualitas UMKM

13 Juni 2024 - 21:19 WITA

Tekan Angka Stunting, Dinas PP-KB Kotamobagu Gelar Kegiatan Mini Lokakarya

13 Juni 2024 - 20:24 WITA

Sukseskan Pilkada 2024, KPU Bolmong Gelar Media Gathering Bersama Pewarta

13 Juni 2024 - 17:47 WITA

Trending di Berita Bolmong