Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 25 Okt 2019 13:08 WITA ·

5 Poin Rapat Perdana Jokowi dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju


5 Poin Rapat Perdana Jokowi dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju Perbesar

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar sidang paripurna perdana bersama menteri Kabinet Indonesia Maju. Sidang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 23 Oktober 2019 dengan topik arahan Presiden Republik Indonesia dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020.

Dalam rapat perdana ini, ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Jokowi. Berikut beberapa poin rapat tersebut:

  1. Menteri Gagal Paham

Pertama, Presiden mengingatkan bahwa tidak ada visi misi menteri.

“Yang ada adalah visi misi Presiden dan Wakil Presiden, tolong dicatat, karena dalam lima tahun lalu ada satu dua tiga menteri yang masih belum paham,” kata dia.

  1. Menteri Ribut Di Luar

Jokowi mempersilahkan para menteri ramai dalam rapat saja.

“Mau debat di dalam rapat, saya dengarkan, tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus kita laksanakan,” katanya. Menurut dia, kalau ada perubahan perubahan dan kondisi kondisi tertentu, bisa ditarik lagi dalam rapat internal atau ratas.

  1. Menteri Absen Rapat

Dalam sambutannya, Jokowi juga mengingatkan bahwa koordinasi di antara kementerian adalah hal penting yang harus terus dijaga. Jokowi mengatakan dalam membangun negara, dibutuhkan kerja sama tim.

Jokowi meminta menteri untuk bersinergi satu sama lain, lewat menteri koordinator.

“Enggak mungkin menteri berjalan sendiri-sendiri. Kerja tim yang dikoordinasi para menko. Jangan sampai ada lagi diundang menko, enggak hadir. Ada yang seperti ini, saya juga baru dengar,” kata Jokowi.

  1. Regulasi Terlalu Banyak

Selanjutnya, Presiden meminta para menteri untuk mengumpulkan berbagai peraturan yang masih tumpang tindih dengan peraturan di atasnya. Menurut dia, terlalu banyak regulasi dan peraturan yang tersebar di berbagai level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

“Tolong ini dilihat di setiap kementerian, yang membuat kita tidak cepat bekerja,” kata Jokowi.

Aturan yang terlalu banyak ini, kata Jokowi, juga menghambat pelayanan terhadap masyarakat, menghambat investasi dunia usaha.

“Segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini,” ujarnya.

  1. Menciptakan Lapangan Kerja

Terakhir, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju bekerja untuk mencapai suatu tujuan besar, yaitu menciptakan lapangan kerja. Jokowi berpandangan, hal tersebut yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“Goal besar dari setiap pekerjaan kita adalah cipta lapangan kerja. Jadi jangan sampai ada kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota, yang tidak mengerti masalah ini,” kata Jokowi. (*)

Sumber : tempo

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Pemkot Kotamobagu Gelar Upacara Hari Kartini dan Hari Otda 2026

29 April 2026 - 13:58 WITA

Trending di Berita Daerah