Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolsel · 22 Jun 2020 20:05 WITA ·

Rapat Koordinasi PISEW, Anggota Komisi V DPR RI Sebut Lembaga Desa Pilar Pembangunan


Rapat Koordinasi PISEW, Anggota Komisi V DPR RI Sebut Lembaga Desa Pilar Pembangunan Perbesar

BOLSEL – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hi Herson Mayulu Sip, mengikuti rapat virtual sehubungan dengan pelaksanaan rapat koordinasi awal sekaligus sosialisasi kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020, Senin (22/6/2020).

Dalam rapat virtual, turut diikuti oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulut bersama pejabat struktural di lingkungan Kementerian PUPR, tim Pengarah, tim Pelaksana tingkat Provinsi dan Kabupaten, Camat-Camat serta Kepala Desa yang menerima program PISEW.

Dalam kesempatan tersebut, Herson menyampaikan gambaran secara umum terkait program pemerintah. Dimana program tersebut bermuara pada pemberdayaan masyarakat yang ada di pedesaan.

“Secara khusus program ini mengurangi kesenjangan antar wilayah, dimana perkembangan antar desa yang ada di Sulut masih terlihat jelas perbedaan menurut kriteria pembangunan,” ucap H2M.

Dia menjelaskan, tujuan ini dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintah Kabupaten, Kecamatan hingga Desa agar sinergitas positif bisa terbangun secara nyata, sehingga terjadi penguatan institusi di Desa.

“Saya meminta agar pelaksanaan PISEW nanti dan pihak Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), dapat memegang peran penting demi terlaksananya program tersebut,” ujarnya.

Selain itu, mantan Bupati Bolsel dua periode ini memberikan apresiasi kepada BKAD yang sudah terbentuk di tiap-tiap kecamatan yang sudah tercatat secara sah di badan hukum.

“Dari tujuan tadi, ada transformasi ilmu dimana lembaga-lembaga desa diberi penguatan agar menjadi salah satu pilar pembangunan yang ada di desa,” jelasnya.

Ditegaskannya, agar para Camat benar-benar menjamin anggaran yang ada langsung di rekening BKAD.

“Jangan ada BKAD siluman. Sebab hal semacam itu, dapat menjadikan program ini tidak berjalan dengan mulus. Mereka juga harus benar-benar orang yang kompeten dalam menjamin terlaksananya pembangunan secara merata dan jangan sampai terjadi berbagai distorsi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Diketahui, pada tahun 2020 Kementerian PUPR menganggarkan sebanyak Rp11,2 Triliun untuk digunakan dalam membangun infrastruktur yang mendukung produktifitas di masyarakat di tingkat pedesaan.

Selain program PISEW, terdapat juga program petani pengguna air (P3TGAI), BSPS, KOTAKU. Pisew 15 Kecamatan yang tersebar di 30 Desa dengan pembagian dua Desa per Kecamatan. (wdm/ahr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Trending di Berita Daerah