Menu

Mode Gelap

Berita Kotamobagu

Adat Mongondow Akan Diperdakan, Tatong: Tak Boleh Sembarang Beri Gelar Adat


21 Des 2016 08:29 WITA


 Walikota Tatong Bara menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dialog kebudayaan. Perbesar

Walikota Tatong Bara menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dialog kebudayaan.

Walikota Tatong Bara menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dialog kebudayaan.
Walikota Tatong Bara menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dialog kebudayaan.

KOTAMOBAGU– Penerapan adat Mongondow di Kotamobagu saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot). Banyaknya perbedaan dalam praktik yang dijalankan lembaga adat, aliansi yang mengatasnamakan adat Mongondow, serta masyarakat umum, membuat bingung banyak kalangan. Pemkot ingin ada penyeragaman dan harus sesuai aslinya.

Walikota Tatong Bara dalam dialog kebudayaan digelar Dishubbudparkominfo Kotamobagu mengatakan, perbedaan penerapan adat Mongondow membuat pemerintah dan seluruh lembaga adat harus membuat satu rujukan. Intinya apa yang dilakukan para leluhur daerah ini, itu yang digunakan dan dilestarikan. Tidak boleh diubah- ubah.

“Kita samakan persepsi. Kita kembalikan semua ke aslinya. Penerapan segala sesuatu berkaitan dengan adat tidak boleh beda- beda. Misalnya dalam penggunaan pakaian adat maupun pemberian gelar adat bagi siapapun, harus jelas. Tidak boleh sembarangan. Kita akan atur dalam peraturan daerah (perda),” kata Tatong saat membuka dialog kebudayaan yang digelar Dishubudparkominfo, di Restoran Lembah Bening, Rabu (21/12).

Tatong mengungkapkan, jika semua urusan adat sudah diatur dalam perda dan dikembalikan pada aslinya, maka ke depan tidak ada lagi pemberian gelar adat kepada pejabat atau orang tertentu dengan cara asal- asalan. “Bukan lagi karena keinginan seseorang atau kelompok lalu dapat gelar adat, tetapi ada mekanisme. Contoh penghargaan yang diberikan AMABOM kepada gubernur waktu itu.  Apakah saya yang tidak paham mekanismenya atau AMABOM? Apakah yang berhak memberikan pemerintah atau AMABOM?. Karena itu, ini semua harus kita atur dalam satu persepsi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber Sekretaris Kota (Sekkot) Tahlis Gallang, Pemerhati Adat Bolmong Chairun Mokoginta, dan Penata Rias Imma Hamza. Pesertnya, seluruh camat, lurah dan sangadi, lembaga adat, dan piñata rias se-Kotamobagu. (rez)

Komentari
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pj. Walikota Kotamobagu Tutup Open Tournament  Sepakbola Walikota Cup 2024

13 Juli 2024 - 21:26 WITA

Pj. Walikota Kotamobagu Ikuti RUPS-LB PT. Bank Sulut-Go Tahun 2024

12 Juli 2024 - 20:50 WITA

Pj. Walikota Kotamobagu Ikuti Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah di Kemendagri

11 Juli 2024 - 16:54 WITA

DPMD Kotamobagu Matangkan Penerapan Pemyesuaian Masa Jabatan Sangadi

11 Juli 2024 - 15:58 WITA

Bersama Ketua DPRD Kotamobagu, Pj. Walikota Hadiri Pemeriksaan Keuangan Atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

8 Juli 2024 - 20:17 WITA

Gelapkan Rp573 Juta Dana Bimtek Sangadi, Oknum ASN Dinas PMD Kotamobagu Ditangkap di Palu

8 Juli 2024 - 11:57 WITA

Trending di Berita Daerah