Berita Bolmong

Bolmong Terapkan PPKM Level 4, Yasti: 15.500 Alat Tes Antigen Disiapkan

Foto Berita Bolmong
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow memimpin rapat koordinasi penerapan PPKM Level 4 serta upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

KRONIK TOTABUAN – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akhirnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

PPKM level 4 ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow Nomor: 100/Setdakab/02/119/IX/2021, tentang Pemberlakuan PPKM kriteria level 4 di Kabupaten Bolmong.

Surat edaran itu menindaklanjuti instruksi Mendagri Nomor 40 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM level 4 Covid-19 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.

Hasil assesment Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menjadikan Bolmong harus menerapkan PPKM level 4.

Pada rapat koordinasi virtual bersama Forkopimda, camat dan kepala desa serta lurah, Rabu (8/9/2021), Bupati Yasti menjelaskan mengapa Bolmong masuk kriteria PPKM level 4.

Menurut Yasti, angka positivity rate COVID-19 cukup tinggi mencapai 48 persen. Tingkat kematian juga tinggi yakni 5,6 persen melebihi tingkat kematian secara nasional yakni 3,3 persen.

Baca Juga: Yasti Lepas Ekspor Perdana Komoditi Pala Bolmong ke India

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegehan penyebaran Covid-19 disebutkan oleh Bupati Yasti sebagai salah satu faktor membuat angka positivity rate menjadi tinggi.

“Ada kasus keluarga meninggal, jenazah diambil paksa. Penularan terjadi di sana. Kemudian kurangnya kesadaran untuk melakukan rapid test antigen ketika ada gejala,” ujar Yasti.


Sebagai upaya mendeteksi warga yang bergejala COVID-19, saat ini kata Yasti, di seluruh Puskesmas telah tersebar 15.500 alat rapid test antigen.

“Hari ini kita punya 15.500 alat tes antigen. Kalaupun itu kurang, maka kita akan tambah. Dan itu yang kita harapkan,” katanya.

Yasti meminta seluruh kepala desa, lurah, Babinkamtibmas melakukan tracking di masyarakat. Termasuk memasifkan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan pernah takut melalukan rapid test antigen.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, dr.Erman Paputungan mengatakan, sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 dan segera membebaskan daerah ini dari zona merah, beberapa langkah startegis dilakukan.

“Termasuk bagaimana bersama semua stakeholder kita pastikan masyarakat tidak takut untuk ikut vaksinasi yang sekarang dilaksanakan di tiap kecamatan. Kemudian rapid test antigen gratis seperti disampaikan bupati akan kita lakukan kepada masyarakat baik yang secara mandiri datang ke fasilitas kesehatan, maupun yang terindikasi,” ujar Erman.

Sementara itu, Camat Passi Barat Marief Mokodompit mengungkapkan, tindak lanjut atas penerapan PPKM level 4 ini, kegiatan masyarakat dibatasi.

“Tidak ada hajatan masyarakat yang mengumpulkan orang banyak,” kataMarief.

Khusus di Kecamatan Passi Barat, ia mengatakan akan turun lagi bersama dengan Forkopimcam dan sangadi (kepala desa) untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih taat protokol kesehatan. (Rensa Bambuena)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

Berita Populer

To Top