Pemkab Bolmong Bolehkan Salat Id Berjamaah Berita Bolmong
Salat ied di Bolmong 2019 lalu. (dok)
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Menindaklanjuti edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang penyelenggaraan salat Idul Fitri (Ied) 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) bolehkan warga Bolmong melaksanakan Salat Id berjamaah tapi dengan beberapa syarat.

Syarat tersebut, tertuang dalam edaran 400/Setdakab/07/100/V/2020 yang di tujukan kepada seluruh camat yang berada di 15 kecamatan.

Syarat tersebut ialah, Desa/Kelurahan yang rencana melaksanakan salat ied harus membentuk panitia salat Id yang bertugas menyiapkan, mengawasi dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksaan kegiatan salat Id.

Pelaksanan salat id dilaksanakan ditempat terbuka tidak di dalam masjid dan sedapat mungkin dilaksanakan per dusun.

Setiap jamaah yang mengikuti salat Id diwajibkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sebagaimana protap kesehatan yang meliputi penggunaan masker, sarung tangan karet, pakaian lengan panjang serta membawa sajadah masing-masing.

Tidak dibenarkan melakukan kontak fisik/berjabat tangan sebelum dan sesudah pelaksanaan salat Id.

Jamaah salat Id hanya berasal dari dalam desa/kelurahan dan yang bersangkutan tidak diizinkan menerima jemaah dari luar desa/kelurahan.

Masyarakat yang baru pulang bepergian dari wilayah pandemic Covid- 19 paling kurang 1 (satu) bulan, tidak diperbolehkan menjadi jamaah salat Id.

Tidak mengikut sertakan anak di bawah umur 10 tahun dan lansia dalam pelaksaan salat Id.

Sementara itu sebelumnya edaran ini dikeluarkan setelah adanya kesepakatan MUI dan Pemkab Bolmong. Dalam edaran MUI sebelumnya, Ketua MUI Bolmong Sulaeman Ambah dan Sekretaris Renti Mokoginta, salat ied digelar di desa atau kelurahan yang tidak memiliki pasien positif Covid 19, PDP maupun ODP.

Jemaah tidak berasal dari desa lain. Penduduk desa dari daerah pendemi atau yang sedang jalani karantina mandiri dilarang ikut salat. Jemaah yang sakit tidak bisa ikut salat. Begitupun penduduk berumur di bawah 10 tahun. Khotbah disusun secara ringkas, padat dan jelas.

Jemaah diminta memakai masker, sarung tangan serta memakai baju lengan panjang.

Tidak diperkenankan jabat tangan serta menyentuh muka, mulut dan telinga. Jarak antara jemaah dijaga. Diminta agar shaft dibagi per dusun. Setiba di rumah, jemaah diminta langsung mencuci pakaian.

Ketua MUI Bolmong Hi Sulaeman Amba  mengatakan, putusan tersebut disepakati dalam pertemuan dengan bupati dan sekda.

“Putusan tersebut mengacu pada fatwa MUI pusat dan dikordinasikan bersama Pemkab Bolmong,” kata dia.

Ambah meminta umat Muslim  menaati ketentuan tersebut.

Terpisah, Camat Passi Barat Marief Mokodompit saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2020) mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada 13 kepala desa di wilayah kepemimpinannya untuk segera mempesiapkan pelaksanaan salat Id.

“Sudah diinstruksikan untuk membentuk panitia di lapangan terbuka dan tidak di masjid. Selain itu, Saya juga telah menginstruksikan untuk tidak memperkenankan salat ied bagi jemaah yang memiliki notifikasi perjalanan dan ODP,” ujar Marief.

Ia mengakui, sejauh ini,  Kecamatan Passi Barat masih aman dan terkendali.

“Upaya terus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, selain itu sosialisasi juga terus dimaksimalkan untuk menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengedepankan protap kesehatan dengan cara menerapkan phissical distancing (Jaga jarak), serta menjauhi kerumunan orang banyak,” pungkasnya. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top