.
Berita Boltim

Panen Raya, Petani Cengkih di Boltim Kesulitan Cari Tukang Panjat

Panen Raya, Petani Cengkih di Boltim Kesulitan Cari Tukang Panjat Berita Boltim
Salijo, petani cengkih di Boltim sedang memetik buah cengkih di kebunnya. (f: rensa bambuena)
Kroniktotabuan.com

BOLTIM- Petani cengkih di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan memasuki masa panen raya pada Juli- Agustus mendatang.

Persiapan memasuki masa panen raya saat ini sudah terus dilakukan petani. Mulai dari membersihkan lahan, menyiapkan tangga, genset, dan keperluan lainnya.

Namun di tengah persiapan panen tersebut, kendala serius juga dihadapi petani. Yakni kesulitan menemukan buruh panjat atau tukang panjat cengkih.

Bagi petani yang memiliki modal atau uang, sebelum lebaran lalu mereka sudah memberikan uang muka kepada tukang panjat.

Sedangkan petani yang keuangannya terbatas dan belum memberikan uang muka saat lebaran, kini kesulitan mencari tukang panjat. Karena kebanyakan tukang panjat sudah terikat dengan petani lain.

Petani yang sampai saat ini belum menemukan tukang panjat punya kekhawatiran tinggi. Jika jumlah tukang panjat tidak seimbang dengan jumlah tanaman cengkih yang akan dipanen, ditakutkan akan banyak cengkih rusak di atas pohon.

“Sulit sekali cari tukang panjat sekarang. Itu yang kami khawatirkan. Kalau tidak dapat tukang panjat, bisa-bisa cengkih rusak,” ungkap Salijo, petani cengkih di perkebunan Lanud, Kecamatan Modayag, Selasa (18/6/2019).

Salijo memiliki tanam cengkih yang sudah produksi siap panen banyaknya sekira 100 pohon. Saat ini dia dan istrinya sudah perlahan-lahan memanen atau memanjat sendiri pohon cengkih yang buahnya sudah layak dipanen.

“Sambil cari-cari tukang panjat, mana yang sudah bisa dipanen, saya dan istri saya panen sendiri. Saya dan istri saya yang memanjat,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, upah untuk buruh atau tukang panjat cengkih dihitung Rp3- 4 ribu per liter. (zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top