• Berita Terbaru Sulawesi Utara, Totabuan, Indonesia – KronikTotabuan.com
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
kroniktotabuan.com
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
No Result
View All Result
kroniktotabuan.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Menjaga Tradisi Ramadan Tetap Hidup di Suriah

by Retho Bambuena
Juni 4, 2017
in Internasional
A A
0
Wow…Muslim di Negara Ini Berpuasa 22 Jam

Masjid Khalid Ibn Al Walid di Kawasan Khaldiyeh

501
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp
Masjid Khalid Ibn Al Walid di Kawasan Khaldiyeh

DAMASKUS – Banyak tradisi yang muncul saat Ramadhan. Di pinggiran Damaskus, di malam hari banyak keluarga berkumpul di sebidang tanah berumput yang berdebu di pinggir jalan raya.

Tradisi tersebut hidup kembali Ramadhan tahun ini meski perang sipil telah berlangsung sejak 2011. Piknik di pinggir jalan raya merupakan tradisi di Suriah. Perang tampaknya tidak menghalangi warga menikmati suasana Ramadhan.

RelatedPosts

RSUD Kotamobagu Kobarkan Semangat di HKN ke-61

Walikota dan Forkopimda Kotamobagu Cek Barang Bukti Miniman Beralkohol

Bupati Bolsel Resmikan Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki

“Saya terkejut dengan banyaknya keluarga yang duduk di rerumputan ini. Anak-anak, perempuan, pria, semua keluar saat listrik dimatikan. Mereka memakan buah, bermain dan menghisap sisha seperti yang dulu pernah mereka lakukan,” ujar seorang pegawai pemerintah Abu Zaidoun (35 tahun), seperti dilansir The National.

Dia menambahkan, orang-orang biasa keluar saat tengah malam. Jalanan penuh kendaraan lalu-lalang. Warga seperti tidak peduli perang sedang berlangsung.

Tahun lalu, masih di Nahar Isha, wilayah itu sepi orang saat malam. Lubang bekas peluru menghiasi gedung-gedung. Puing-puing bangunan akibat penembakan oleh tank berserakan.

Di wilayah yang cukup makmur di pusat Kota Damaskus, penduduknya menyangkal terjadi perang. Beberapa mennganggap perang terjadi di tempat lain. Yang lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke Lebanon.

Namun, di wilayah yang miskin sulit menyangkal terjadinya perang. Kebrutalan perang telah merenggut nyawa lebih dari 160 ribu orang. Serangan udara, bombardir rudal dan baku tembak mewarnai Ramadhan. Namun, di tahun keempat perang ini, keadaannya terasa berbeda.

“Saya sangat sebagai di Ramadhan tahun ini. Orang-orang pergi ke pasar, kedai kopi, mereka menonton Piala Dunia dan mencoba melupakan pembunuhan dan pertumpahan darah,” kata seorang sopir taksi dari Ruken al-Deen di utara Damaskus.

Baca Juga  Jenazah Adel Akhirnya Ditemukan

Pasukan yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad juga telah melonggarkan keamanan di pos pemeriksaan sejak dimulainya Ramadhan. Pos keamanan tersebut di antaranya di jalan besar yang menghubungkan Bab Masala dengan pasar Mezzeh melalui Kafr Susa.

Dua tahun lalu, jalanan tersebut ditutup seluruhnya selama Ramadhan. Tahun ini, kehadiran pasukan keamanan jauh berkurang. Pos pemeriksaan besar dimana terdapat beberapa tank juga telah ditarik. Penarikan tank itu membuat lalu lintas menjadi lancar karena tidak ada antrean.

“Banyak orang lega dengan dibubarkannya pos pemeriksaan. Mereka merasa lebih aman meninggalkan rumah saat malam hari. Restoran dan kafe sekarang lebih padat dibandingkan sebelumnya,” kata salah seorang warga.

Ramadhan tahun ini jelas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang telah menyesuaikan diri hidup di tengah kondisi krisis. Penduduk Suriah berusaha menikmati hidup mereka dan berusaha tidak memikirkan pertempuran yang berlangsung di negara mereka. (rplka/rez)

 

Sumber: Republika.co.id

Retho Bambuena

Retho Bambuena

Next Post
Tatong Hibur Orang Tua Dua Bocah yang Hanyut

Tatong Hibur Orang Tua Dua Bocah yang Hanyut

  • 33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinggal Tunggu Pergub, Dikda Sulut Jamin TPG 13 dan THR TPG 2025 Segera Dibayarkan ke Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS, Para Guru Laporkan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Korupsi di Bawaslu Kotamobagu, Penyidik Temukan Rp300 Juta untuk Beli 100 Buku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Kasus Hibah GMIM Berakhir, Ini Putusan Lengkap untuk Lima Terdakwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Logo Utama
Logo Dewan Pers
Dewan Pers
No: 1014/DP-Verifikasi/K/V/2022 Verified
Logo AMSI
Anggota AMSI
No Result
View All Result
  • Harga Emas Hari Ininew
  • Live StreamingTV
  • Klasemen Sepak Bolanew
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • RSS KRONIKTOTABUAN
  • Karir
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Survei Pembaca

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

No Result
View All Result
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In