Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolsel · 17 Des 2024 13:03 WITA ·

Pemkab Bolsel Gelar Rakor TPPS dan Canangkan Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2024


Pemkab Bolsel Gelar Rakor TPPS dan Canangkan Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2024 Perbesar

BOLSEL, kroniktotabuan.com – Persoalan stunting sampai saat ini masih menjadi program prioritas dari pemerintah pusat. Sejalan dengan itu, stunting juga tetap menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Terkait hal tersebut, pemda terus melakukan perbaikan intervensi sesuai dengan yang tertuang dalam Perda Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bolsel tahun 2024.

Hal ini dikemukakan Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dirangkaikan dengan pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas Kabuoaten Bolsel Tahun 2024. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.

Dalam amanatnya, Bupati Iskandar mengatakan penanganan stunting di Bolsel disikapi dengan serius oleh pemerintah daerah walaupun terdapat perbedaan angka pada sumber data yang ada dikarenakan perbedaan metode pendataan yang dilakukan.

“Data menurut SKI dan SSGI dikumpulkan sekali setiap tahun melalui metode survey dengan sampel acak dan hanya menyasar ke beberapa balita di beberapa desa sebagai blok sampel. Sedangkan data e-ppgbm diperoleh melalui pengukuran balita setiap bulan pada kegiatan posyandu dengan sasaran riil seluruh balita by name by address,” jelas top eksekutif ini di lokasi acara yang digelar di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin 16 Desember 2024.

Setelah itu, Bupati juga memaparkan alokasi anggaran penanganan stunting Pemkab Bolsel yang dianggarkan pada tahun 2025 sebesar Rp50.805.735.340,- dengan menyasar pada 64 indikator intervensi spesifik (intervensi langsung), intervensi sensitif (intervensi tidak langsung) dan intervensi koordinatif.

“Kami berharap TPPS baik di tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan dan desa, agar jangan pernah lengah. Intervensi program dan kegiatan untuk mendukung penurunan angka stunting harus tetap dijalankan secara masif, terukur dan berkelanjutan sampai ke kelompok terkecil di masyarakat yakni keluarga resiko stunting di tingkat desa,” pungkas Ketua DPC PDIP Bolsel.

Baca Juga  Tatong Buka Perkemahan Pemuda dan Pramuka se-Kotamobagu

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, perwakilan Kantor Kementerian Agama Bolsel, Sekda Marzanzius. Arvan Ohy SSTP, MAP bersama para pejabat tinggi pratama Pemda, para Camat dan Sangadi serta seluruh jajaran TPPS. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Bupati Bolsel Hadiri Pelantikan Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Sulut

4 Mei 2026 - 19:20 WITA

Trending di Berita Bolsel